Sunday, February 15, 2026

Maduro Ditangkap, Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Delcy Rodriguez Presiden Sementara

Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara

Caracas, nawacita – Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Eloina Rodriguez Gomez untuk menjalankan tugas sebagai Presiden sementara atau ad interim. Menyusul peristiwa Presiden Nicolas Maduro yang kini ditangkap oleh Amerika Serikat.

Berdasarkan putusan yang disampaikan Mahkamah Agung, Rodriguez diberikan kewenangan penuh untuk menjalankan seluruh fungsi dan tanggung jawab kepresidenan dalam kapasitas sementara. Langkah tersebut diambil guna menjamin keberlangsungan pemerintahan serta menjaga stabilitas dan pertahanan negara.

Pengangkatan Presiden sementara ini merujuk pada ketentuan konstitusi Venezuela yang mengatur kondisi ketidakhadiran presiden. Mahkamah Agung menilai absennya Maduro bersifat sementara dan disebabkan oleh tindakan yang mereka sebut sebagai penculikan.

- Advertisement -

Dalam putusannya, Mahkamah Agung tidak menetapkan Maduro dalam status berhalangan tetap. Para hakim menegaskan bahwa selama ketidakhadiran tersebut dikategorikan sementara, tidak ada kewajiban konstitusional untuk menggelar pemilihan umum. Sesuai aturan, pemilu baru diwajibkan apabila presiden dinyatakan tidak dapat menjalankan jabatan secara permanen.

baca Juga : Presiden Venezuela ditangkap AS, Bitcoin dan Ethereum Menguat Signifikan

Mahkamah Agung juga memerintahkan agar keputusan tersebut segera disampaikan kepada Dewan Pertahanan Nasional, Komando Militer Tinggi, serta lembaga-lembaga negara terkait. Menurut MA, langkah ini diperlukan untuk menghadapi ancaman eksternal dan memastikan kesiapan pertahanan nasional Venezuela.

Nicolas Maduro
Penangkapan Nicolas Maduro

Sebelumnya, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa aparat AS telah menangkap Nicolas Maduro melalui sebuah operasi militer di Caracas. Maduro kemudian dilaporkan diterbangkan ke Amerika Serikat untuk ditahan.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri telah lama memasukkan Maduro dalam daftar buronan kasus narkotika, dengan tawaran hadiah mencapai sekitar Rp815 miliar. Namun, Maduro dan pemerintah Venezuela secara konsisten membantah seluruh tuduhan AS terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.

 

Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru