Tuesday, February 10, 2026

Mengenal Super Flu Subclade K Varian Baru Influenza: Gejala serta Cara Mencegahnya

Mengenal Super Flu Subclade K Varian Baru Influenza: Gejala serta Cara Mencegahnya

JAKARTA, Nawacita – Mengenal Super Flu Subclade K Varian Baru Influenza, Kemenkes diminta mewaspadai peningkatan kasus influenza A subclade K yang dikenal dengan super flu. Sebab, varian baru ini “lebih agresif sehingga lebih cepat menular dan menyebabkan gejala yang lebih berat—terutama pada lansia, anak, dan orang dengan penyakit komorbid”.

Sebelumnya, Kemenkes menyebut hingga akhir Desember 2025, tercatat ada 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Adapun secara global, peningkatan kasus influenza A (H3N2) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak akhir September 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali terdeteksi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara.

- Advertisement -

Istilah “super flu” belakangan ramai diperbincangkan seiring meningkatnya laporan kasus influenza di berbagai negara. Lonjakan ini memicu kekhawatiran karena virus yang beredar saat ini disebut memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan flu musiman pada umumnya. Salah satu varian yang menjadi sorotan adalah Super Flu Subclade K.

Mengenal Super Flu Subclade K

Super Flu Subclade K bukanlah virus baru sepenuhnya. Menurut Amesh A. Adalja, MD, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Subclade K merupakan cabang mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang telah lama beredar selama puluhan tahun.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Stroke: Penyebab, Gejala, Serta Pengobatannya

Varian ini pertama terdeteksi oleh para ilmuwan pada Juni 2025. Sejak saat itu, penyebarannya terpantau berlangsung sangat cepat di sejumlah wilayah dunia. Dr Adalja menjelaskan bahwa musim flu saat ini didominasi oleh strain A/H3N2 yang telah mengalami mutasi dan berbeda dari strain yang digunakan dalam vaksin influenza.

“Karena strain yang dominan tidak sepenuhnya cocok dengan yang ada dalam vaksin flu, risiko seseorang tertular dan jatuh sakit menjadi lebih besar,” ujar Dr Adalja, dikutip dari Prevention.

Mengenal Super Flu
Mengenal Super Flu Subclade K Varian Baru Influenza: Gejala serta Cara Mencegahnya.

Senada dengan itu, Thomas Russo MD, profesor sekaligus kepala divisi penyakit menular di Universitas Buffalo, New York, menyebut Subclade K memiliki beberapa mutasi yang membuatnya lebih mudah menular, sehingga meningkatkan jumlah orang yang terpapar.

Gejala Super Flu

Gejala super flu umumnya mulai muncul 3 hingga 4 hari setelah seseorang terinfeksi. Tanda-tanda yang paling sering dilaporkan antara lain:

• Batuk

• Sakit tenggorokan

• Hidung berair atau tersumbat

• Nyeri otot atau pegal-pegal

• Sakit kepala

• Kelelahan berlebihan

Meski gejalanya mirip flu biasa, kondisi ini bisa menjadi lebih berbahaya pada kelompok tertentu, seperti lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta mereka yang memiliki tingkat kebugaran rendah. Kelompok ini berisiko mengalami komplikasi serius, termasuk gangguan pembuluh darah dan peningkatan risiko serangan jantung.

Cara Mencegah Super Flu Subclade K

Para ahli menegaskan bahwa vaksin influenza tetap penting, meskipun efektivitasnya dalam mencegah penularan mungkin tidak maksimal terhadap varian terbaru.

“Vaksin flu masih sangat bermanfaat untuk menurunkan risiko rawat inap dan mencegah dampak penyakit yang lebih parah,” jelas Dr. Russo.

Selain vaksinasi, beberapa langkah pencegahan lain yang dianjurkan antara lain:

• Mengenakan masker di tempat ramai dan ruang tertutup

• Menjaga kebersihan tangan secara rutin

• Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit

Jika mengalami gejala, masyarakat disarankan untuk melakukan tes medis guna memastikan penyakit yang diderita. Hal ini penting karena gejala flu dan COVID-19 bisa sangat mirip, sementara penanganannya berbeda.

Super Flu Subclade K merupakan varian mutasi influenza A (H3N2) yang menyebar cepat dan lebih menular. Meski bukan virus baru, dampaknya tetap perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan. Vaksinasi, penggunaan masker, dan kesadaran untuk memeriksakan diri saat sakit menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi serius.

blojtmsnws.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru