Saturday, March 28, 2026

Pemkot Surabaya Deklarasikan Surabaya Bersatu, Tegaskan Perlawanan terhadap Premanisme

Pemkot Surabaya Deklarasikan Surabaya Bersatu, Tegaskan Perlawanan terhadap Premanisme

Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Doa Bersama dan Deklarasi Surabaya Bersatu di Halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan Kota Pahlawan.

Puluhan organisasi masyarakat, kelompok bela diri, hingga komunitas driver ojek online di Kota Surabaya turut hadir dan menyatakan sikap bersama menolak premanisme, provokasi SARA, serta segala bentuk kekerasan. Deklarasi ini juga menegaskan tekad Surabaya sebagai kota yang menjunjung tinggi persatuan dan supremasi hukum.

Usai deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh para tokoh lintas agama. Doa dipanjatkan agar Surabaya senantiasa dibangun atas dasar kasih, saling mengasihi, dan dilimpahi rahmat oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Deklarasi Surabaya Bersatu diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan Surabaya yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warganya.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya menegaskan bahwa Surabaya saat ini tengah menghadapi berbagai upaya provokasi yang mengarah pada perpecahan antar suku. Ia mengajak seluruh warga untuk bersatu dan tidak memberi ruang bagi premanisme.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi (Foto : Gio/Nawacita)

“Hari ini Surabaya ada yang memprovokasi antar suku. Kita harus jaga Kota Surabaya, pastikan tidak ada premanisme. Warga Surabaya harus melawan ketika ada premanisme. Kota ini dibangun dengan dasar agama dan Pancasila, yang mengajarkan untuk tidak saling menyakiti, karena rumah kita ini adalah keluarga,” ujar Eri.

Eri juga menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya telah membentuk Satgas Anti Premanisme yang berkantor di sekitar kantor Inspektorat Surabaya. Satgas tersebut siap menindak tegas setiap bentuk intimidasi dan tekanan terhadap warga.

“Kita harus saling menjaga. Siapapun yang merasa diintimidasi atau ditekan, segera laporkan, akan kita tindak. Surabaya jangan pernah diinjak atau diprovokasi oleh siapapun. Kita berdiri tegak terdiri dari semua suku dan agama,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar setiap permasalahan antarindividu diselesaikan melalui jalur hukum tanpa paksaan. Menjelang malam pergantian tahun, Eri memastikan pengamanan dilakukan secara terpadu oleh Pasmar, Forkopimda, dan Satgas Anti Premanisme demi menjaga situasi tetap kondusif.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Raih Rekor MURI Kota dengan Inovasi Terbanyak dalam Satu Tahun

“Kalau ada tekanan atau intimidasi, segera laporkan. Proses hukum akan terus berjalan. Kita deklarasikan Surabaya tidak ingin diinjak oleh siapapun. Jangan biarkan premanisme berdiri di Kota Surabaya,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam deklarasi tersebut. Ia menyebut sedikitnya 2.500 orang dari berbagai latar belakang suku dan agama hadir sebagai simbol kuatnya persatuan warga Surabaya.

“Ini adalah hari yang kita tunggu. Kita tunjukkan bahwa kita adalah satu, kita adalah Surabaya. Tidak ada lagi penyelesaian masalah dengan kekerasan atau saling cakar-cakaran. Kita punya komitmen saling menjaga satu sama lain,” kata Luthfie.

Ia menegaskan bahwa ke depan tidak boleh ada aksi main hakim sendiri, tindakan anarkis, maupun pihak yang merasa paling kuat. Seluruh persoalan harus diselesaikan sesuai koridor hukum.

“Kami bersama Forkopimda berkomitmen, tidak boleh ada aksi di luar hukum. Para pelaku kerusuhan akan kita lakukan penangkapan dan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa penangguhan penahanan,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Bank Jatim
idulfitri

Terbaru