Pra-Launching di Surabaya, Gus Ipul Tegaskan Arah Sekolah Rakyat ke Dunia Kerja
SURABAYA, Nawacita – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar membuka akses pendidikan, tetapi menyiapkan masa depan peserta didik hingga ke dunia kerja dan kewirausahaan. Hal itu disampaikannya dalam acara pra-launching Sekolah Rakyat di Graha UNESA, Surabaya.
Gus Ipul menyebut, selama enam bulan terakhir sejak Juli, Sekolah Rakyat telah berjalan di ratusan titik secara bertahap. Proses belajar mengajar mulai menunjukkan hasil positif, termasuk munculnya bakat dan talenta siswa dari berbagai latar belakang.
“Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik saat penerimaan siswa,” ucapnya pada Senin, (29/12/2025).
Peserta didik menjalani pemeriksaan kesehatan serta pemetaan bakat melalui DNA Talent berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengetahui minat, potensi, dan arah profesi yang paling sesuai.
Baca Juga: Mensos Saifullah Yusuf: Kemensos Gelontorkan Lebih Rp100 Miliar Tangani Bencana Aceh dan Sumatera
“Dari pemetaan ini, anak-anak akan dibimbing sejak dini, apakah ke bidang teknik, kesehatan, hukum, atau bidang lainnya, sesuai potensi masing-masing,” ujar Gus Ipul.

Sesuai arahan Presiden, lulusan Sekolah Rakyat disiapkan untuk langsung terserap ke dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri, atau menjadi wirausaha. Pemerintah juga telah memikirkan hilirisasi pendidikan Sekolah Rakyat agar lulusannya memiliki kejelasan masa depan.
Dari sisi sarana-prasarana, Gus Ipul mengakui pada tahap awal terdapat sejumlah kendala. Namun kini kebutuhan dasar pendidikan, mulai dari gedung, air bersih, listrik, hingga perangkat digital dan internet, telah terpenuhi.
“Saat ini Sekolah Rakyat beroperasi di 166 titik sebagai sekolah rintisan. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Surabaya,” Ungkap Menteri Sosial itu.
Selain itu Ia juga menambahkan, untuk lulusan jenjang SMA, Kemensos juga membuka jalur pendidikan tinggi.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta untuk membimbing anak-anak yang ingin melanjutkan kuliah,” turut Gus Ipul. (Al)

