Natal di Australia: Perayaan Musim Panas dengan Tradisi Unik
Surabaya, Nawacita | Perayaan Natal dirayakan dengan beragam cara di seluruh dunia dan identik dengan momen kebersamaan bersama keluarga serta orang-orang terkasih. Namun, berbeda dengan negara-negara di belahan bumi utara yang merayakan Natal di tengah cuaca dingin dan salju, Natal di Australia justru berlangsung dalam suasana musim panas.
Cuaca hangat membuat masyarakat Australia lebih memilih merayakan Hari Natal di luar ruangan. Pantai dan halaman belakang rumah menjadi lokasi favorit untuk berkumpul, menikmati hidangan barbeque bersama keluarga dan sahabat. Tradisi ini telah menjadi ciri khas perayaan Natal di Negeri Kanguru.
Selain itu, sekolah-sekolah di Australia juga menikmati libur Natal yang cukup panjang, yakni sejak pertengahan Desember hingga akhir Januari. Menjelang bulan Desember, suasana Natal mulai terasa ketika masyarakat memasang pohon Natal dan menghias rumah mereka. Lagu-lagu bertema Natal pun mulai diputar di radio dan pusat perbelanjaan, menambah semarak perayaan.
Meski Natal menjadi perayaan besar di Australia, tidak semua kelompok masyarakat merayakannya. Sebagian suku Aborigin, sebagai penduduk asli Australia, cenderung tidak merayakan Natal. Bagi sebagian dari mereka, Natal menjadi pengingat akan hilangnya tanah dan budaya akibat kolonisasi. Namun demikian, ada pula komunitas Aborigin yang merayakan Natal dengan menggabungkannya ke dalam tradisi budaya mereka sendiri.
Baca Juga: Deretan Lagu Natal Ikonik yang Selalu Hadir Menyemarakkan Bulan Desember
Perayaan Natal di Australia memiliki sejarah panjang yang bermula sejak kedatangan pemukim Eropa. Natal pertama kali dirayakan pada tahun 1788, dua tahun setelah berdirinya koloni Inggris New South Wales, oleh misionaris dan transmigran asal Inggris. Pada masa awal, Natal belum dirayakan secara luas karena kerasnya kehidupan di koloni baru tersebut.
Seiring bertambahnya jumlah pemukim dari Eropa pada awal 1800-an, perayaan Natal mulai populer. Pada pertengahan abad ke-19, Natal telah ditetapkan sebagai salah satu festival utama di Australia. Meski demikian, sebelum tahun 1836 Hari Natal belum menjadi hari libur publik, dan baru pada tahun 1897 Natal ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Kini, Natal telah menjadi perayaan penting di Australia yang sarat dengan adat dan tradisi khas. Bagi banyak warga Australia, Natal merupakan momen untuk berkumpul bersama keluarga dan teman, menikmati cuaca hangat, serta merayakan keberagaman budaya dan sejarah bangsa.
Reporter: Rovallgio

