Saturday, February 14, 2026

Polisi Periksa Ketua Umum Viking Soal Kasus Resbob Hina Viking dan Suku Sunda

Polisi Periksa Ketua Umum Viking Soal Kasus Resbob Hina Viking dan Suku Sunda

Bandung, Nawacita – Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar Sayidina diperiksa Direktorat Reserse Siber Polda Jabar sebagai saksi dalam laporan kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Viking dan Suku Sunda yang dilakukan oleh konten kreator Muhammad Adimas Firdaus Putra Nasihan atau dikenal dengan Resbob.

Tobias mengatakan, dirinya diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Mengingat Viking sendiri telah membuat laporan ke Polda Jawa Barat terkait penghinaan yang dilontarkan oleh Resbob.

Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar Sayidina usai menjalani pemeriksaan di Subdit Siber Polda Jabar, Senin (15/12/2025). Foto: Nawacita/Niko.

“Hari ini saya hadir memenuhi panggilan dari Subdit Siber Polda Jabar sebagai saksi dalam rangka dimintai keterangan untuk memperkuat laporan yang sudah dilakukan oleh Saudara Ferdi mewakili Viking yang dilaporkan hari hari Kamis,” kata Tobias, Senin (15/12/2025).

- Advertisement -

Ia mengaku mendapat sejumlah pertanyaan dari penyidik. Namun, Tobias enggan membeberkan secara rinci materi pemeriksaan dan menyerahkannya sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Tadi banyak ditanya, cukup banyak. Tapi untuk detailnya, lebih baik langsung ke penyidik saja,” ucap dia.

Tobias sendiri diperiksa sekitar satu setengah jam. Disinggung terkait barang bukti, ia mengungkapkan penyidik telah mengantongi dan melakukan verifikasi atas sejumlah bukti yang ada.

“Soal barang bukti, mereka sudah punya. Tadi tinggal verifikasi saja,” ungkap Tobias.

Lebih lanjut, Tobias menegaskan Viking Persib Club sepenuhnya mempercayakan penanganan perkara ini kepada Subdit Siber Polda Jabar.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berjalan. Kami percaya Subdit Siber bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Untuk pengawalan selanjutnya, itu akan dilakukan oleh Kang Ferdi dan teman-teman,” tegas dia.

Ia juga mengimbau kepada seluruh suporter, khususnya Bobotoh, agar menjadikan kasus ini sebagai pelajaran bersama.

“Hari ini juga jadi reminder dan pesan buat semua suporter, terutama Bobotoh, agar lebih berhati-hati. Jangan sampai dalam rivalitas kita menggunakan kalimat yang menyinggung suku, agama, ras, dan hal-hal sensitif lainnya,” ujar Tobias.

Baca Juga: Konten Kreator Resbob Hina Viking dan Suku Sunda, Berujung Dipolisikan

Menurut dia, kasus tersebut bukan hanya soal menindak pihak yang diduga menghina, tetapi juga menjadi refleksi agar suporter Persib tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.

“Ini pelajaran buat kita semua. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang, baik dilakukan kepada kita maupun oleh kita,” tandas dia.

Tobias menambahkan, langkah hukum yang ditempuh Viking merupakan respons atas aspirasi anggota. Ia mengaku menerima banyak pesan langsung (DM) dan mention dari anggota serta Bobotoh yang meminta Viking tidak tinggal diam.“Mereka merasa sakit hati dan ingin Viking menindaklanjuti. Jadi laporan ini lahir dari aspirasi anggota yang masuk lewat jaringan media dan komunikasi internal,” pungkas Tobias. (Niko)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru