Viral di Media Sosial! Pengunjung Digetok Harga Fotografer Jalanan Asia Afrika Rp 130.000
BANDUNG, Nawacita – Viral di media sosial sebuah tangkapan layar berupa percakapan online yang berisi keluhan seorang pengunjung di Kawasan Wisata Jalan Asia Afrika yang mengaku digetok harga fotografer jalanan Rp 130.000. Dalam tangkapan layar yang berisi percakapan itu terlihat seorang yang mengeluhkan fotografer jalanan Asia Afrika yang memaksa dirinya untuk berfoto.
Awalnya, pengunjung tersebut ditawarkan untuk berfoto oleh seorang fotografer yang terus memuji-muji dengan harga Rp 5.000 per foto. Fotografer juga menawarkan bahwa pengunjung hanya membayar foto yang bagus dan telah dipilih secara pribadi.
Namun tiba-tiba fotografer tersebut malah mengirim semua foto yang telah diambil kepada pengunjung tersebut melalui handphone dan menuntut agar si pengunjung membayar semua foto yang telah diambil. Hal tersebut sontak membuat kaget si pengunjung karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
“Duit abi beakk kangggggg. Ngomong na 1 foto 5k tapi si emang na teh cukrak cekrek asal-asalan jeung ngaburu-burukeun jadi we bararutut. Abi beak 130. Intina maksa -maksa foto sabari muji-muji. Amit da. Abi orangna teu enakan deuih. Kan eta teh dititah lanjut mun alus nya ke teh di pilih ai abi jeng babaturan abi teh biasana milih nu alus ke di pilih dei ai pek teh henteu. (Uang saya habis kang. Bilangnya 1 foto 5k tapi si emang nya main ambil-ambil foto aja asal-asalan sambil ngeburu-buru jadi aja jelek-jelek fotonya. Saya habis 130. Intinya maksa-maksa foto sambil muji-muji. Saya orangnya gak enakan lagi. Kan itu tuh disuruh lanjut kalau bagus nanti tuh dipilih sedangkan saya sama temen saya biasanya milih yang bagus ternyata enggak*red),” demikian keluhan pengunjung yang viral di media sosila dan dikutip nawacita, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Viral Aksi Penolakan Digitalisasi Parkir di Gacoan Ngagel, Dapat Beragam Komentar Netizen
Menanggapi hal tersebut, Walikota Bandung Muhammad Farhan mengatakan bahwa pihaknya akan segera menanyakan terkait keluhan tersebut kepada Komunitas Fotografer Jalanan Asia Afrika. Langkah tersebut diambil Farhan guna menelusuri apakah fotografer yang melakukan getok harga itu merupakan anggota komunitas atau bukan.
“Jadi fotografer di Asia Afrika itu kan ada komunitasnya. Ya nanti kita akan tanya ke komunitasnya. Kan ada dua komunitas tuh yang besar tuh. Nah nanti kita coba koordinasi karena bagaimanapun juga biasanya mereka tuh tergabung dalam samalah kita komunitas-komunitas termasuk para tour guide dan lain-lain. Entar kita ngobrol ya. Jangan-jangan bukan kota komunitas itu,” kata Farhan saat dikonfirmasi di Bandung, Jumat (12/12/2025).
Disinggung terkait pengawasan terhadap para fotografer jalanan agar tidak meresahkan pengunjung, ia menuturkan bahwa hal tersebut telah dilakukan oleh Pemkot Bandung melalui pendekatan komunal.
“Sebetulnya pengawasan yang mesti dilakukan adalah bahwa itu kan pendekatannya teh pendekatan komunal ya,” tutur dia.
Pendekatan komunal tersebut seperti para anggota komunitas yang wajib melakukan laporan kepada petugas atau pihak terkait. Serta pembinaan oleh aparat kewilayahan seperti Satpol PP, kelurahan dan kecamatan.
“Jadi para aktivisnya nanti yang mesti lapor ke kita. Nah, pembina wilayah dalam hal ini ada dua yaitu Satpol PP dan dari Kelurahan dan Kecamatan,” tandas Farhan.
(Niko)

