Surabaya Kian Semarak dengan Dekorasi Natal, Pemkot Tegaskan Komitmen sebagai Kota Toleransi
Surabaya, Nawacita | Dekorasi bertemakan Natal telah menghiasi Kota Pahlawan, hal tersebut menunjukkan semangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menjunjung tinggi keberagaman dan menunjukkan citra kota sebagai kota toleransi.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi, menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya secara rutin selalu turut aktif berpartisipasi dalam setiap perayaan hari besar keberagaman seluruh agama.
“Di bulan Desember ini ada perayaan Natal. Sejak awal Pemkot Surabaya menggaungkan bahwa Surabaya adalah kota toleransi. Artinya, setiap perayaan keagamaan dirayakan bersama melalui dekorasi tematik yang menyesuaikan,” ucap Myrna.
Sejumlah lokasi menjadi titik pemasangan dekorasi diantaranya Balai Kota, Balai Pemuda, dan kawasan Tunjungan. Lampu-lampu bertemakan Natal juga menghiasi Jalan Panglima Sudirman hingga Monumen Bambu Runcing, dengan rencana perluasan ke Jembatan Yos Sudarso.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Istigasah Untuk Korban Bencana Alam di Pulau Sumatera
“Dekorasi yang dipasang berupa ornamen ikonik Natal seperti pohon Natal, lampu-lampu tematik, serta dekorasi kado berukuran besar di sekitar pohon Natal. Simbol-simbol ini dipilih sebagai representasi sukacita Natal,” ujarnya.
Dalam pemasangan dekorasi, Pemkot Surabaya bekerjasama dengan sektor swasta, mulai dari mal, pusat perbelanjaan, hingga hotel. Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling memiliki dan toleransi di tengah masyarakat.
“Dekorasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Kami juga mengajak pihak swasta untuk ikut berpartisipasi. Nanti saat Idul Fitri, Idul Adha, dan hari besar lainnya, semangat ini juga terus dijaga,” ungkapnya.
Pemkot Surabaya juga telah memastikan pemasangan dekorasi tidak akan menimbulkan permasalahan sampah nantinya, setiap pihak yang memasang dekorasi diwajibkan bertanggung jawab atas pembongkaran dekorasi tersebut.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Kirim Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Bencana di Sumatera
Sebagai upaya menjaga lingkungan, Pemkot Surabaya memanfaatan dekorasi luar ruangan dari bahan daur ulang, namun tantangan mencari material yang kuat dan tahan lama menjadi tantangan tersendiri.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pemanfaatan bahan daur ulang untuk beberapa elemen dekorasi, agar aspek lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.
Selain mempercantik kota, dekorasi perayaan keagamaan ini juga diharapkan berdampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Meski Pemkot memiliki workshop sendiri untuk dekorasi di kawasan pemerintahan, tujuan utama tetap menghidupkan ruang-ruang publik dan pusat wisata.
“Upaya kita adalah menghidupkan suasana kota agar menjadi daya tarik wisata. Dengan begitu, kunjungan meningkat, aktivitas perdagangan masyarakat ikut bergerak, dan nilai toleransi menjadi fondasi sekaligus magnet pariwisata yang menggerakkan perekonomian lokal,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

