Menu MBG Dievaluasi Tiap 12 Hari, Mojo 3 Targetkan Jadi Dapur Terbaik di Surabaya
SURABAYA, Nawacita – Kepala SPPG Kota Surabaya Mojo 3, M. Gilang Putra Irawan, menegaskan bahwa penentuan menu Program Makan Bergizi (MBG) untuk siswa tidak dilakukan secara asal. Sejak awal operasional, pihaknya menerapkan metode survei berbasis data konsumsi riil siswa.
“Kami tidak langsung tahu menu apa yang disukai anak-anak. Jadi setiap makanan yang tersisa kami timbang. Dari situ kami evaluasi mana yang habis, mana yang tidak dimakan,” ujar Gilang pada Jum’at (5/12/2025).
Evaluasi tersebut dilakukan secara berkala. Menu disusun dalam siklus 12 hari, lalu terus disempurnakan berdasarkan hasil pengamatan lapangan. Dengan cara ini, menu MBG diharapkan semakin sesuai selera siswa tanpa mengabaikan nilai gizi.
Baca Juga: MBG Gubeng Tancap Gas, Dapur Ketiga Siap Layani 1.300 Penerima
Tak hanya soal menu, SPPG Mojo 3 juga serius mengelola limbah sisa makanan. Limbah organik dan anorganik dipisahkan sejak awal. Limbah organik diolah melalui biopori di area belakang dapur untuk dijadikan pupuk, sementara limbah lainnya dikoordinasikan dengan pihak RT setempat untuk pengangkutan rutin.

“Kami ingin dapur ini tidak hanya sehat, tapi juga ramah lingkungan,” tegasnya.
Terkait masukan dari kepala sekolah, Gilang memastikan seluruh usulan diterima secara terbuka.
“Semua usulan kami diskusikan dengan tim dapur. Tujuannya satu, kami ingin Mojo 3 menjadi salah satu dapur MBG terbaik di Surabaya,” pungkasnya.
Dengan pendekatan berbasis evaluasi menu, pengelolaan limbah berkelanjutan, dan kolaborasi lintas pihak, SPPG Mojo 3 terus memantapkan diri sebagai bagian penting dari penguatan gizi anak di Kota Pahlawan. (Al)

