MBG Gubeng Tancap Gas, Dapur Ketiga Siap Layani 1.300 Penerima
SURABAYA, Nawacita – Program Makan Bergizi (MBG) di kawasan Gubeng, Surabaya, segera diperkuat dengan kehadiran dapur mojo ketiga yang dikelola Yayasan Tangan Berbagi Kasih.
Ketua Yayasan, Fera Andriana, menegaskan dapur tersebut kini tinggal menunggu pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum resmi beroperasi penuh.
“Hari ini kita sudah peresmian, dananya juga sudah ada di rekening virtual. Begitu cair, langsung jalan. Insya Allah hari ini atau besok, Senin sudah running,” ujar Fera Jum’at (5/12/2025).
Baca Juga: Program MBG Serap Lulusan UNESA, Bukti Kualitas SDM Kampus Negeri Surabaya
Pada tahap awal, dapur ini akan melayani sekitar 1.300 penerima manfaat dari delapan (8) sekolah di satu kecamatan, mulai dari jenjang PAUD, TK, hingga SD. Ke depan, kapasitas bisa ditingkatkan hingga 2.500 bahkan 3.000 penerima, mengikuti kebijakan pemerintah.

Tak main-main, dapur ini telah dilengkapi tim gizi khusus yang mengatur menu, porsi, hingga gramatur makanan. Fera juga menegaskan dapurnya sudah bersertifikat dan memenuhi standar nasional, sehingga secara kapasitas bahkan sanggup melayani hingga 5.000 porsi per hari.
Menanggapi banyaknya kasus dugaan keracunan MBG di sejumlah daerah, Fera menekankan bahwa kebersihan menjadi prioritas utama. Area dapur dan pemorsian dibuat steril, relawan wajib menggunakan masker, ganti alas kaki, mencuci tangan, hingga penggunaan alat pengering ompreng bersuhu panas untuk membunuh bakteri.
“Kami sangat ketat soal sanitasi. Mulai proses masak jam 2 dini hari, makanan juga tidak langsung ditutup saat masih panas agar tidak cepat basi,” jelasnya.
Yang menarik, operasional dapur ini juga memberi dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Hampir 100 persen tenaga kerja, relawan, hingga petugas dapur direkrut dari warga Kelurahan Mojo.
“Semua dari warga Mojo. Dari awal kami koordinasi dengan RT dan RW,” pungkas Fera.
Dengan kesiapan teknis, standar kebersihan, serta pelibatan warga lokal, dapur MBG Gubeng ini diharapkan menjadi contoh pelaksanaan program makan bergizi yang aman, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Al)

