Sunday, February 15, 2026

Pecah Konsentrasi Massa Tahun Baru, Pemkot Bandung Alihkan Pusat Keramaian ke Bandung Timur

Pecah Konsentrasi Massa Tahun Baru, Pemkot Bandung Alihkan Pusat Keramaian ke Bandung Timur

Bandung, Nawacita – Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan rekayasa pemecahan konsentrasi massa saat perayaan natal dan tahun baru yang jatuh pada akhir Desember 2025.

Walikota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan ada beberapa titik yang direncanakan menjadi tempat perkumpulan massa saat perayaan natal dan tahun baru. Seperti wilayah Bandung Timur di Kiara Artha Park, Gedebage, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Masjid Al Jabar dan Kawasan Summarecon.

“Kita akan mengukur dan mencoba memecah titik-titik konsentrasi. Kalau sekarang semua kumpul di Setiabudi, Dago, Cihampelas, dan Pasteur, maka kita pecah ke arah timur. Kiara Artha Park akan kita push untuk bikin acara-acara menarik. Kedua, daerah Gedebage; pengelolaan parkir dan traffic untuk Al Jabbar akan diperhatikan. Kita akan buat lebih menarik. Juga di sekitar GBLA dan Summarecon,” kata Farhan saat dikonfirmasi di Bandung, Senin (1/12/2025).

- Advertisement -

Nantinya pemecahan konsentrasi massa akan dilakukan dengan digelarnya berbagai acara di titik-titik tersebut. Sehingga masyarakat bisa memiliki banyak pilihan tempat dalam merayakan natal dan tahun baru.

Baca Juga: Pemkot Bandung Bakal Rekrut 1.597 Petugas Penyapu Jalan

“Cara-acara menarik akan dibuat di sana. Sehingga masyarakat terpecah antara timur dan utara. Saya lagi menelisik dulu. Ada beberapa proposal. Nanti kita lihat mau bikin di sini, alun-alun, atau daerah timur,” ucap dia.

Meski demikian, Farhan menekankan bahwa permasalahan keamanan tetap menjadi masalah utama saat perayaan natal dan tahun baru di Kota Bandung.

“Tapi bagi saya yang paling penting, saat tahun baru masalah keamanan terjamin. Dari pengalaman mengelola pawai Persib dan acara besar, tampaknya kita akan lakukan pengerahan personel besar-besaran,” ungkap Farhan.

Di sisi lain, permasalahan lainnya yang harus dihadapi adalah masalah kantong parkir di titik-titik pemecah konsentrasi. Namun pihaknya saat ini masih terus berupaya untuk membuat perencanaan dalam mengatasi masalah tersebut.

“Masalah lainnya biasanya kantong parkir. Sekarang kita berusaha membuka beberapa lahan; kita pinjam dari masyarakat agar bisa dimanfaatkan,” tandas dia.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru