Saturday, February 14, 2026

Jatim Didorong Melompat Lebih Cepat, Dari Green Industry ke Blue Industry

Surabaya, Nawacita.co – Forum Industri Hijau Jawa Timur 2025–2027 kembali menjadi panggung evaluasi dan introspeksi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa agenda transisi energi dan industrialisasi berkelanjutan bukan lagi sebatas jargon, tetapi tugas mendesak yang menuntut langkah konkret.

“Luar biasa, maturnuun. Karena bersama-sama kita bergerak dari fosil ke non-fosil,” ungkap Khofifah di Surabaya, Selasa (2/12/2025).

- Advertisement -

Khofifah juga menggarisbawahi kerja kolektif yang sudah berjalan, mulai dari program efisiensi energi hingga implementasi carbon capture dan carbon trading.

Menurutnya, hitung-hitungan emisi kini menjadi parameter baru yang wajib diukur secara ketat.

Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur terus berupaya mengamankan jalur menuju target nasional net zero emission 2060.

Namun ia menegaskan bahwa regulasi pendukung harus dikuatkan lebih cepat, terutama untuk mempermudah dunia industri berinvestasi pada teknologi rendah karbon.

“Kalau kita mau masuk ke carbon capture atau carbon trading, payung hukumnya harus paralel dengan kebutuhan pelaku industri,” tegasnya.

Baca Juga: Khofifah Tegaskan Penguatan Akses Pasar Desa Devisa di Festival Ekspor Jatim 2025

Khofifah juga membahas arah baru transformasi industri: dari green industry menuju blue industry.

“Kita ini baru merapikan industri hijau, tapi dunia sudah bergerak ke industri biru. Kejar-kejarannya luar biasa,” jelasnya.

Khofifah tidak menutupi tantangan besar yang mengganjal, terutama mesin industri berteknologi lama yang masih mendominasi sektor manufaktur di Jawa Timur.

“Banyak yang masih pakai mesin generasi satu dan generasi dua. Bisa jalan, tapi jauh dari clean industry,” katanya.

Ia juga menyoroti minimnya insentif fiskal dan non-fiskal yang membuat pelaku industri enggan beralih ke teknologi ramah lingkungan.

“Peralihan dari heavy industry ke clean industry itu high cost. Negara harus hadir,” paparnya saat menanggapi permintaan Kemenperin memperkuat dukungan kebijakan.

Khofifah mengajak semua unsur pemerintah, industri, kampus, komunitas, dan pelaku usaha—untuk bergerak lebih cepat dari sekadar mengejar target nasional.

“Kita tidak boleh hanya bicara global warming dan climate change. Kita harus bekerja memastikan daya dukung alam dan lingkungan benar-benar terwujud,” tandas mantan Mensos RI tersebut.

Reporter : Alus Tri

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru