Wednesday, February 11, 2026

DPKP Sebut Beberapa Fasilitas Taman di Bandung Diduga Dicuri

Bandung, Nawacita.co – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung mengungkap adanya beberapa fasilitas taman yang telah dicuri.

Ha tersebut diungkapkan langsung oleh Plt. Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi DPKP Kota Bandung, Yuli Ekadianty. Yuli mengatakan, beberapa fasilitas yang dicuri itu diantaranya kabel lampu sepanjang 200 meter di Taman Lansia dan dua pompa air mancur di Taman Panda.

Ia menyebut, insiden dugaan pencurian itu terjadi dalam waktu singkat yang dibarengi dengan dugaan tindak vandalisme. Diketahui, kejadian itu terjadi tidak lama setelah kedua taman tersebut direvitalisasi oleh DPKP Kota Bandung.

- Advertisement -

Padahal, revitalisasi taman-taman tersebut merupakan fokus dari Pemerintah Kota Bandung pada tahun ini.

“Banyak taman tematik yang kami pelihara kembali, meskipun anggarannya tidak besar. Contohnya di Taman Panda, air mancurnya sudah berfungsi lagi. Kami juga memelihara taman-taman lainnya,” kata Yuli saat dikonfirmasi Sabtu (29/11/2205).

Meski demikian, ia menuturkan bahwa saat ini fasilitas yang dicuri dari dua taman tersebut telah kembali diperbaiki dan bisa dinikmati kembali oleh publik.

Baca Juga: Pemkot Bandung Beri Bantuan kepada Korban Ledakan Gas LPG 3 Kilogram di Kiaracondong

“Teman-teman sudah memperbaiki dan menyalakan lampu, tapi kabelnya dicuri. Di taman lain, pompa air hilang padahal baru kami aktifkan,” ucap dia.

Atas kejadian tersebut, Yuli mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengunjung taman agar bisa bersama-sama menjaga fasilitas publik yang ada.

Menurutnya, walaupun telah terpasang CCTV di sejumlah taman, teknologi tersebut tidak akan mampu menjaga fasilitas bila masyarakat tidak ikut melindungi lingkungan publik.

“CCTV itu ada, tapi penjagaan tidak bisa hanya mengandalkan kamera. Masyarakat juga harus merasa memiliki taman-taman ini,” ujar Yuli.

Ia pun mengajak masyarakat Kota Bandung serta pengunjung dari luar kota untuk ikut menjaga fasilitas taman. Menurut Yuli, keindahan dan kenyamanan ruang publik tidak bisa dipertahankan jika hanya mengandalkan pemerintah.

“Kalau taman kita bagus, bersih, tertib, yang menikmati juga masyarakat sendiri. Jadi kami menghimbau untuk bersama-sama menjaga, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, dan tidak mengambil fasilitas taman,” tandas dia.

Reporter : Niko Prayoga

 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru