Wednesday, February 11, 2026

Jelang Nataru: Harga Cabai Di Bandung Meroket, Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

Jelang Nataru: Harga Cabai Di Bandung Meroket, Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

BANDUNG, Nawacita – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, masyarakat Kota Bandung dihadapkan pada lonjakan signifikan harga bahan pokok, terutama pada komoditas cabai.

Salah satunya seperti di Pasar Kosambi Kota Bandung, dimana kenaikan harga cabai rawit merah mencapai puncaknya, dari harga normal Rp40.000 hingga Rp50.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Eli (61) seorang pedagang di Pasar Kosambi Kota Bandung mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini sudah terjadi secara drastis selama dua pekan terakhir. Apalagi saat ini masyarakat dihadapkan dengan persiapan Nataru yang jatuh pada bulan Desember mendatang.

- Advertisement -

“Hari ini yang naik itu cabai rawit merah. Sekarang Rp80.000, kalau kemarin kan Rp60.000. Baru hari ini yang naik rawit merah,” ujar Eli, Sabtu (29/11/2025).

Tidak hanya rawit merah, beberapa jenis cabai lain juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Cabai keriting dan cabai merah saat ini dijual seharga Rp70.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000.

Baca Juga: Jelang Nataru, Pemerintah Pastikan Harga Beras di Bawah HET

Eli menyebut, penyebab utama lonjakan harga ini adalah faktor cuaca ekstrem yang mengakibatkan pasokan kurang dari daerah penghasil.

“Ini faktor naiknya karena katanya faktor cuaca, hujan aja. Pasokannya kurang,” ucap dia.

Selain cabai, beberapa komoditas sayuran juga sudah lebih dulu naik, seperti wortel yang kini dijual Rp24.000 (dari harga awal Rp12.000), buncis naik dari Rp20.000 menjadi Rp24.000 dan timun yang semula Rp8.000 kini mencapai Rp12.000.

Komoditas bumbu dapur utama juga turut mengalami kenaikan. Seperti bawang merah yang naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000.

Ia memperkirakan bahwa harga akan terus merangkak naik menjelang Nataru karena peningkatan permintaan dan konsentrasi libur akhir tahun.

“Pasti ada, ah, kalau buat Nataru mah pasti ada kenaikan soal kan banyak peminatnya lagi. Kemungkinan pasti ada naik akhir tahun,” beber Eli.

Kenaikan drastis tersebut turut diresahkan oleh kalangan pembeli, khususnya ibu-ibu yang terbiasa berbelanja bahan pokok. Tia (48) seorang ibu rumah tangga sekaligus penjual sambel asal Maleer Kota Bandung mengungkapkan bahwa kenaikan ini sangat memberatkan belanja harian keluarganya.

“Ya, lumayan memberatkan ya. Karena biasanya membudget sekian jadi naik sekian. Jadi otomatis kan kalau kita sebagai Ibu, pasti merasa aduh ini pasti naik-naik. Jatah belanja jadi bertambah,” ungkap Tia.

Ia menuturkan, cabai dan bawang merah menjadi komoditas yang paling dirasa berat kenaikannya. Mengingat kedua bumbu tersebut sangat penting dalam masakan sehari-hari.

“Saya juga kan ada jual sambal juga. Jadi kalau harga naik bingung juga buat ngejualnya jadi harus berapa,” tutur dia.

Tia berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga di pasar tradisional.

“Harapannya berharapnya kita sebagai saya mewakili ibu rumah tangga ya. Jadi berharapnya jangan ada kenaikan lagi. Kalau bisa ada penurunan lagi. Mohon distabilkan untuk harga-harga yang sekarang di pasar-pasar tradisional seperti ini,” harap dia.

Sebagai informasi, berikut beberapa daftar harga bahan pokok di Pasar Kosambi Kota Bandung yang mengalami kenaikan:

  1. Wortel semula Rp20.000 menjadi Rp24.000
  2. Sawi Hijau semula Rp8.000 menjadi Rp14.000
  3. Cabai Keriting semula Rp50.000 menjadi Rp70.000
  4. Cabai Merah semula Rp.60.000 menjadi Rp70.000
  5. Bawang Merah semula Rp.40.000 menjadi Rp50.000
  6. Cabai Rawit Merah semula Rp50.000 menjadi Rp.80.000
  7. Kentang semula Rp.20.000 menjadi Rp.28.000
  8. Buncis semula Rp.20.000 menjadi Rp24.000
  9. Timun semula Rp.8.000 menjadi Rp12.000
  10. Daging Ayam semula Rp36.000 menjadi Rp42.000

(Niko)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru