Monday, February 9, 2026

Dari Dapur Kampung ke Pasar Digital: UMKM Kampoeng Oase Bersiap Melaju

Dari Dapur Kampung ke Pasar Digital: UMKM Kampoeng Oase Bersiap Melaju

SURABAYA, Nawacita – Produk olahan ikan Kampoeng Oase Ondomohen kini siap “naik kelas”. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menuntun pemulaan proses itu lewat program pengabdian masyarakat: dari pelatihan pengolahan hingga pemberian kemasan siap jual dan kanal pemasaran digital, sehingga UMKM setempat punya bekal nyata memasuki pasar yang lebih luas.

Program yang berjalan sejak Juli ini dibiayai melalui skema hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim lintas disiplin UWKS — dipimpin Fungki Sri Rejeki (Teknologi Industri Pertanian) bersama Diana Puspitasari dan Shofia Shidada, mereka berprofesi sebagai pengajar Prodi Teknologi Industri Pertanian mendampingi warga dalam rangkaian pelatihan, pendirian fasilitas, hingga desain kemasan.

- Advertisement -

“Dalam program ini kita melatih pembuatan katsu, lumpia isi ikan, abon, dan stik ikan. Kami juga menghibahkan peralatan seperti freezer, showcase, dan hari ini 1.800 kemasan clip-on untuk empat jenis produk,” ujar Fungki, Jum’at (28/11/2025).

Baca Juga: Walikota Eri Cahyadi Dorong Aktivasi UMKM untuk Hidupkan Kembali Eks Dolly

Selain itu, kegiatan tersebut juga dibantu oleh mahasiswa didik mereka diantaranya, Cindi Aulia Zahrani, Azza Aisac Aryadain dan Aldino Dwi Arnada dari Prodi Teknologi Industri Pertanian UWKS.

Ketua Kampoeng Oase Ondomohen, Mus Mulyono, menyambut positif. Menurutnya kemasan dan alat produksi memberi harapan baru bagi pemasaran, meski penyempurnaan cita rasa masih terus dilakukan sebelum produk dilempar ke pasar.

Saat ini penjualan masih berjalan lewat WhatsApp Group; rencana membuka booth sementara dan menghadirkan akun e-commerce tengah diupayakan.

Pendekatan UWKS tidak sekadar menambah nilai ekonomis, tetapi memperkuat identitas kampung wisata berbasis olahan ikan. Pembina Kampoeng Oase Ondomohen, Adi Candra, menyebutkan Produk berkemasan akan memperkaya pengalaman wisatawan memperoleh edukasi yang bisa dibawa pulang serta mengokohkan Kampoeng Oase sebagai Life Lab pembelajaran sirkular ekonomi.

Meski langkah awal menjanjikan, tantangan nyata menunggu: menjaga keberlanjutan produksi, konsistensi mutu, dan memenuhi persyaratan sertifikasi pangan. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kemampuan mitra mengoperasikan peralatan, menjaga kualitas, serta menavigasi pasar online yang kompetitif.

Kegiatan ini didukung penuh berbagai Asosiasi Nasional dari berbagai bidang antaranya, HPAI DPW Kota Surabaya, YLBA Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group, PERBANUSA DPD I Jawa Timur, Forum GRADASI Jatim, dan DPP IFTA Jelajah Indonesia.

Dengan modal pelatihan, peralatan, dan kemasan, Kampoeng Oase kini berada di persimpangan: dari gagasan olahan menjadi produk beridentitas siap bersaing dan menambah nilai bagi masyarakat kota. (Al)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru