Friday, February 13, 2026

Cegah Dampak Buruk Dunia Maya, Pemkot Resmikan Deklarasi Anak Surabaya Digital Aman

Cegah Dampak Buruk Dunia Maya, Pemkot Resmikan Deklarasi Anak Surabaya Digital Aman

SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama BNN, Densus 88, Kepolisian, Komnas Perlindungan Anak, NGO, serta berbagai organisasi masyarakat menggelar deklarasi Anak Surabaya – Akses Konten Digital Aman dan Internet Sehat pada Kamis (27/11/2025). Program ini menjadi langkah strategis untuk melindungi anak-anak dari paparan konten digital berbahaya dan memperkuat literasi digital di seluruh lapisan masyarakat.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pembatasan dan pengawasan penggunaan konten digital merupakan hal krusial mengingat besarnya pengaruh dunia maya terhadap perkembangan anak.

Dampak negatif dari beberapa konten maupun game online dianggap menunjukkan kekerasan yang mampu membawa dampak psikologis buruk, kecanduan, hingga membentuk pribadi yang emosional. Sehingga Eri mendorong agar memilih game yang mendidik dan mengedukasi, seperti menyusun strategi atau membangun.

- Advertisement -

“Jadi terkait dengan pembatasan penggunaan konten. Karena itu pengaruhnya besar, ada yang main game, download konten. Maka saya ingatkan kembali, anak-anak ini adalah mulai yang terkecil ya,” ucap Eri.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Terima Pengembalian Aset Dari Kejari Tanjung Perak Senilai Rp 55,2 Miliar

Ia juga menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak. Eri menjelaskan bahwa dirinya menemukan masih banyak orang tua yang memberi tekanan akademis terlalu besar sehingga anak kurang memiliki ruang bersosialisasi.

“Saya juga akan keliling SD dan SMP, tapi kalau SD saya lebih banyak ke orang tuanya. Karena orang tua ini kadang-kadang juga menuntut terlalu tinggi. Sehingga anaknya akan menjadi anak yang tidak pernah bersosialisasi kepada lingkungannya, anak ini ditekan untuk selalu belajar,” ujarnya.

Menurut Eri, lingkungan memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak. Kurangnya interaksi sosial dapat menyebabkan anak minder dan sulit mengungkapkan pendapat.

“Lingkungan itu pengaruh besar dalam pembentukan karakter. Jadi kalau ada anak minder, anak tidak pernah bisa mengeluarkan pendapat, itu karena mereka biasanya selalu di dalam, tidak pernah keluar untuk bersosialisasi. Sehingga kami akan bergerak dengan orang tua, itu akan membentuk karakter,” ungkapnya.

Deklarasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak Surabaya.

Eri menegaskan bahwa upaya membangun karakter anak harus dilakukan secara berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Dimulai dari mana? Dimulai dari anak-anak, karena anak-anak inilah yang akan menjadi penguasa Kota Surabaya di 5 tahun, 10 tahun ke depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya nilai hormat kepada orang tua sebagai fondasi keberhasilan anak. Eri juga turut mengingatkan kepada seluruh siswa tentang besarnya pengorbanan seorang ibu yang mengandung dan melahirkan.

“Kuncinya satu, tidak ada orang tua yang tidak ingin anaknya berhasil dan mereka, anak-anak ini kalau ingin berhasil ya, hormati orang tua,” tuturnya.

“Yang mengandung kita adalah ibu kita sampai 9 bulan. Ibu melahirkan juga bertarung nyawa. Oleh sebab itu saya sampaikan, ayo kalau mau berbuat sesuatu, ingat orang tua, karena orang tua kita insya Allah akan mengerem kita untuk berbuat yang tidak baik,” imbuhnya.

Pemkot Surabaya nantinya juga akan membentuk satuan tugas (satgas) di setiap sekolah. Satgas tersebut akan diisi oleh guru-guru, terutama guru Bimbingan Konseling (BK), yang bertugas memantau aktivitas digital dan kondisi psikososial siswa.

“Setelah itu kita buat nanti satgas-satgas yang ada di setiap sekolah, dari guru-guru, utamanya guru BK yang akan memantau,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru