Saturday, February 14, 2026

Surabaya Kejar Sisa Target Investasi Rp11 Triliun hingga Akhir 2025

Surabaya Kejar Sisa Target Investasi Rp11 Triliun hingga Akhir 2025

Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota Surabaya terus mengejar target realisasi investasi yang tersisa sebesar Rp11 triliun hingga akhir 2025. Secara keseluruhan target tahun ini tercatat Rp42,69 triliun, sementara hingga triwulan III target sudah mencapai Rp31,3 triliun.

“Untuk tahun ini target kita Rp42,69 triliun. Alhamdulillah triwulan III, kita sudah mendapat Rp31,3 triliun. Jadi, tinggal Rp11 triliun lagi, insyaallah bisa menutup untuk target investasi di Kota Surabaya,” ucap Lasidi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya, Rabu (26/11/2025).

Untuk realisasi pada triwulan III atau periode Juli-September 2025, investasi yang telah masuk mencapai Rp9,185 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,4 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp784 miliar.

- Advertisement -

Berdasarkan sektor usaha yang berhasil menjadi penyumbang terbesar yakni, sektor industri pengolahan Rp1,904 triliun. Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran (reparasi mobil dan sepeda motor) dengan investasi Rp961 miliar, dan sektor real estate Rp826 miliar.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Beasiswa RPL dan Insentif Rp1 Juta Tiap Bulan untuk Guru Belum Tersertifikasi

Pencapaian target investasi Surabaya selama lima tahun selalu berhasil memenuhi target. Pada tahun 2024, realisasi investasi yang masuk tercatat mencapai Rp40,47 triliun, atau sekitar 101,35 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan target Rp39,94 triliun.

“Alhamdulillah mulai tahun 2020 sampai 2024, realisasi investasi kita tercapai. Tahun 2024 kita ditargetkan Rp39,94 triliun, alhamdulilah tembus ke Rp40,47 triliun,” ungkapnya.

Berdasarkan data DPM-PTSP Kota Surabaya, realisasi investasi 2024 tersebut berasal dari PMDN Usaha Mikro Kecil (UMK) sebesar Rp9,1 triliun, PMDN Non-UMK Rp27,6 triliun, serta PMA Rp3,6 triliun.

“Investasi di Surabaya juga harus berdampak positif. Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) menginstruksikan agar kalau ada investasi masuk, harus dibantu. Tapi juga harus mensejahterakan warga, jangan sampai mengganggu warga,” ujarnya.

Baca Juga: Walikota Surabaya Tekankan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Anak

Pemkot Surabaya nantinya akan menyediakan klinik investasi sebagai langkah pendampingan pelaku usaha, hal ini juga harapannya mampu memudahkan calon pengusaha atau investor untuk berinvestasi di Kota Surabaya.

“Jadi Klinik Investasi itu membantu pelaku usaha. Kalau misalkan ingin usaha bisa di situ, diajari mulai dari bagaimana proses berkas sampai selesai’ ungkapnya.

Lasidi menjelaskan peran penting lainnya investasi yaitu dapat melakukan penyerapan tenaga kerja lokal, dimana pengusaha yang berasal dari warga sekitar.

Kalau misalkan ada investasi masuk, misalnya hotel, berarti untuk pekerjanya ini berapa persennya juga dari Surabaya,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru