Surabaya, Nawacita.co – Tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi di bidang teknologi energi.
Melalui penelitian terbaru, mereka berhasil mengembangkan sistem pemantauan energi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi konsumsi listrik di lingkungan kampus.
Penelitian berjudul “An IoT-Based Sensor Array Framework for Intelligent Energy
Monitoring in Campus Power Distribution Systems at ITS” tersebut memanfaatkan
perangkat Power Meter Acrel ADW300 yang terhubung dengan Gateway Siemens IoT2040 untuk memantau kondisi kelistrikan secara real-time dan terintegrasi.
Sistem ini mampu membaca berbagai parameter penting seperti tegangan, arus, daya, hingga faktor daya.
Data kemudian dikirim melalui protokol MQTT dan ditampilkan pada dashboard Node-RED, sehingga pengelola energi dapat memantau kondisi sistem listrik secara daring dan akurat.
Ketua tim peneliti, Dr. Muhammad Khamim Asy’ari dari Departemen Teknik Fisika ITS, menjelaskan bahwa sistem distribusi listrik di ITS tergolong kompleks karena melayani beragam fasilitas kampus.
“Tanpa sistem pemantauan yang akurat, potensi pemborosan energi dan gangguan listrik sulit dikendalikan. Karena itu kami mengembangkan sistem monitoring berbasis IoT untuk memastikan pengawasan yang lebih presisi dan responsif,” ungkapnya, Rabu (19/11/2025).
Sebelum diterapkan, perangkat diuji terlebih dahulu di laboratorium untuk memastikan akurasi sensor dan kestabilan data.
Setelah itu, sistem diimplementasikan pada 15 panel distribusi listrik di Gedung Teknik Elektro ITS sebagai studi kasus awal.
Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa ITS Latih UMKM Jombang Gunakan Dashboard Analisis Usaha
Anggota tim peneliti, Ardyas Nur Aufa, mengatakan bahwa sistem dirancang agar modular dan mudah dikembangkan.
“Dengan arsitektur ini, pengembangan ke seluruh area kampus menjadi lebih efektif. Sistem bisa terus diperluas tanpa mengubah struktur utama,” jelasnya.
Selain itu, integrasi berbasis IoT menjadikan pemantauan energi lebih efisien. Pengelola dapat mendeteksi anomali daya, penurunan kualitas listrik, ataupun peningkatan konsumsi energi secara tiba-tiba, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan lebih cepat.
Joko Priambodo dari Departemen Teknik Elektro dan Otomasi ITS menambahkan, riset ini merupakan bagian dari langkah besar ITS dalam menerapkan teknologi digital pada pengelolaan energi.
“IoT membuka peluang besar untuknmenciptakan sistem kelistrikan yang terhubung dan cerdas. Dengan data yang lebih lengkap, pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan bukti dan pola pemakaian energi yang aktual,” terangnya.
Dengan adanya sistem ini, ITS berharap dapat memperkuat posisi sebagai kampus pelopor dalam implementasi teknologi energi cerdas di Indonesia.
Penelitian ini juga diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan Smart Energy Management System dalam skala kampus yang lebih besar.
“Kami ingin menjadikan ITS sebagai kampus yang efisien energi, ramah lingkungan, dan mampu menjadi model green and smart campus bagi institusi lain,” tandas Dr Khamim.*

