Pendapatan Jatim Merosot Tajam, PKB Minta Evaluasi Total Strategi Fiskal
Surabaya, Nawacita.co – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur menyoroti kondisi fiskal Jatim yang dinilai terus melemah dalam beberapa tahun terakhir.
Juru Bicara Fraksi PKB, Ibnu Alfandy Yusuf, menyampaikan bahwa total pendapatan daerah pada APBD 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini bahkan mencapai Rp2,8 triliun dibandingkan APBD 2025.
“Ini bukan sekadar penurunan angka. Penurunan sebesar ini menunjukkan melemahnya kapasitas fiskal daerah yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pemerintah menyediakan layanan publik,” ujarnya.
Selain itu, Ibnu juga mengungkapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tahun ini menyumbang 66 persen dari total pendapatan daerah. Namun, dominasi tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan yang kuat.
Baca Juga: Fraksi PKB DPRD Jatim Terinspirasi Pemikiran Tiga Pahlawan Nasional
Ibnu menjelaskan, proyeksi pertumbuhan PAD tahun 2026 hanya berada di angka 2 persen, yang menunjukkan stagnasi serius. Lebih memprihatinkan, PAD Jatim sebelumnya justru mengalami kontraksi besar.
“PAD mengalami penurunan signifikan sebesar Rp5,9 triliun atau turun 26 persen dibandingkan realisasi tahun 2024. Ini sinyal kuat bahwa reformasi dan restrukturisasi fiskal yang dijanjikan belum berjalan optimal,” tegasnya.
Menurut Fraksi PKB, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi yang mendalam terhadap strategi pengelolaan pendapatan daerah. Mereka menilai bahwa penurunan pendapatan yang berulang tidak bisa lagi dianggap sebagai dinamika tahunan, tetapi sebagai tanda perlunya langkah korektif yang serius.
“Oleh karena itu, Fraksi PKB menuntut pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat strategi pengelolaan pendapatan secara lebih konsisten dan terarah,” ucap Ibnu.
Reporter: Alus

