Dishub Kota Bandung Mulai Terapkan Lampu Merah Berbasis AI
Bandung, Nawacita – Dinas Perhubungan Kota Bandung mulai meluncurkan lampu merah atau traffic light berbasis artificial intelligence (AI) sebagai inovasi alat pengatur lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian mengatakan, lampu merah berbasis AI itu saat ini sedang diuji coba terlebih dahulu di kawasan Pasteur sebelum nantinya diterapkan secara merata.
“Udah kurang lebih ada satu sampai dua bulan ini kalau tidak salah ya. Itu dicoba kita di Traffic Light yang ada di Pasteur,” kata Rasdian, Senin (17/11/2025).
Pasteur sendiri dipilih sebagai lokasi uji coba, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu titik kepadatan lalu lintas yang cukup sibuk setiap harinya. Sebab, Pasteur sendiri menjadi pintu masuk Kota Bandung dari arah Cimahi atau dari arah Tol Pasteur.
“Karena kita berpikir jam-jam sibuk dan libur itu cukup padat, macet, sehingga coba di sana,” ucap dia.
Baca Juga: Tumpas Parkir Liar Kota Bandung, Dishub Galakan Operasi
Rasdian menuturkan, pihaknya bakal terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas lampu merah berbasis AI tersebut selama masa uji coba.
Ia menjelaskan, lampu merah berbasis AI sendiri memiliki teknologi yang cukup canggih dalam mengatur lalu lintas. Seperti menghitung jumlah kendaraan, panjang kendaraan hingga tingkat kemacetan.
“Jadi kalau misalkan antriannya cukup panjang kendaraan itu, dia otomatis pasti akan dihijaukan. Nah, manakala nanti pada saat hijau, terus kemudian kendaraan yang sudah ada tapi dia sudah hijau nanti akan dimerahkan,” jelas Rasdian.
Jika nantinya lampu merah berbasis AI itu dinilai efektif selama masa uji coba, maka dia akan diterapkan secara merata di berbagai titik kemacetan di Kota Bandung. Diantaranya simpang Kiaracondong, simpang Samsat Kota Bandung dan Pasteur.
“Jadi yang tingkat kemacetannya tinggi lah ya dan tingkat arus lalu interaksi cukup padat kayak seperti di kiaracondong, samsat kalau pagi di daerah timur kan cukup panjang. Itu salah satu yang harus dicoba di Pasteur dulu,” tandas dia.
Reporter: Niko

