Monday, February 9, 2026

Ramai Isu Umrah Mandiri, Menteri Haji Ingatkan Bahaya dan Keterbatasan Sistem

Ramai Isu Umrah Mandiri, Menteri Haji Ingatkan Bahaya dan Keterbatasan Sistem

Surabaya, Nawacita.co – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan peringatan tegas terkait wacana pelaksanaan Umrah Mandiri yang belakangan ramai dibicarakan publik.

Meski secara konsep hal itu dimungkinkan, Irfan menegaskan bahwa Indonesia belum siap menerapkannya. Menurut Irfan, kendala utama terletak pada akses sistem.

Jamaah Indonesia hingga kini belum dapat mendaftar langsung melalui platform resmi milik pemerintah Arab Saudi. Alhasil, proses keberangkatan tetap harus melalui biro perjalanan umrah yang telah mendapat izin.

- Advertisement -

“Secara teori bisa, tapi secara praktik belum bisa diterapkan di Indonesia,” ujar Irfan.

Baca Juga: Bahas Kuota dan UMKM, Menteri Irfan Ungkap Progres Kampung Haji Indonesia di Saudi

Irfan menekankan bahwa pemerintah Saudi memang membuka opsi umrah mandiri, namun pelaksanaannya di Indonesia belum memungkinkan karena berbagai sistem belum terhubung.

Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak gegabah mengikuti tawaran umrah mandiri dari pihak-pihak yang tidak jelas.

“Secara praktis masih belum bisa. Risikonya besar karena tidak ada pendamping yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga sistem siap sepenuhnya, pemerintah tetap mengimbau jamaah untuk menggunakan travel umrah resmi agar memperoleh pendampingan dan perlindungan penuh selama perjalanan ibadah.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru