Monday, February 9, 2026

Cegah Praktik Prostitusi di Kota Pahlawan, Pemkot Surabaya dan Polrestabes Gencarkan Patroli Gabungan

Cegah Praktik Prostitusi di Kota Pahlawan, Pemkot Surabaya dan Polrestabes Gencarkan Patroli Gabungan

Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmen bersama jajaran kepolisian dalam mencegah praktik prostitusi kembali hidup di Kota Pahlawan.

Terbaru, aparat kepolisian melakukan penggerebekan terhadap dugaan praktik prostitusi di sekitar kawasan eks lokalisasi Dolly, Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan dua mucikari berinisial H dan D, serta dua orang pekerja seks komersial (PSK) berinisial LA dan DFA.

- Advertisement -

Menanggapi penggerebekan tersebut, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa pihak Pemkot dan Polrestabes Surabaya akan menggelar patroli gabungan sebagai upaya pencegahan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Penataan Tenaga Non-ASN Sesuai Amanat Undang-Undang

“(Patroli) kita tetap jalan terus. Jadi kita koordinasi dengan Polrestabes (Surabaya) sama seperti di (eks lokalisasi) Moroseneng,” ucap Walikota Eri.

Patroli gabungan nantinya akan melakukan pemantauan di sejumlah titik, diantaranya eks lokalisasi Moroseneng dan Dolly. Namun peran serta warga sekitar untuk turut mengawasi juga menjadi hal penting pencegahan praktik prostitusi terulang kembali di eks lokalisasi.

“Mulai Moroseneng – Dolly, kita join sama Polrestabes Surabaya. Itu tergantung warga. Makanya saya bilang, titip kepada warganya,” ujarnya.

Walikota Eri menjelaskan bahwa pihaknya menemukan praktik prostitusi terselubung dilakukan bukan di eks lokalisasi, melainkan di kos-kosan yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Baca Juga: APBD 2026 Disetujui, Pemkot Surabaya Dinilai Belum Maksimal Kelola Potensi Ekonomi Daerah

“Jadi kita jalan (patroli) terus. Dan (penindakan) itu bukan di Dolly-nya, tapi di tempat kos-kosan, bukan di tempat Dolly-nya. Kalau Dolly-nya clear, aman,” jelasnya.

Meski demikian, Walikota Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya bersama kepolisian akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan.

“Karena itulah kami selalu terus bergerak (patroli), sampai sekarang tidak pernah berhenti,” ungkapnya.

Cak Eri, sapaan akrabnya, berharap para pelaku dapat diberikan sanksi tegas, sehingga dapat memberikan efek jera bagi pelaku yang masih melakukan praktik prostitusi.

“Tersangkanya sanksi berat, yang seperti ini (prostitusi) haram,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru