Saturday, February 14, 2026

Target Tekan Angka HIV Aids hingga 0 Persen, Pemkot Bandung Luncurkan Gerakan WPA

Target Tekan Angka HIV Aids Hingga 0 Persen, Pemkot Bandung Luncurkan Gerakan WPA

Bandung, Nawacita – Pemerintah Kota Bandung, menargetkan 0 Persen kasus baru HIV AIDS di Kota Bandung sampai lima tahun ke depan. Hal itu dilakukan mengingat angka HIV AIDS di Kota Bandung sudah mencapai sekitar 10.000 kasus.

Walikota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa saat ini jumlah kasus HIV AIDS di Kota Bandung sudah mencapai sekitar 10.000 kasus.

“Hampir mendekati 10 ribu. Karena target kita kan sampai 5 tahun ke depan itu kasus barunya harus 0. Nah ini yang lagi kita tekan pisan ini memang berat pisan itu,” kata Farhan saat ditemui usai Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di Horison Hotel Ultima Bandung, Rabu (12/11/2025).

- Advertisement -

Ia menuturkan, pihaknya saat ini telah meluncurkan Gerakan Warga Peduli AIDS (WPA) sebagai upaya untuk mencapai target tersebut. Program tersebut nantinya bakal memberikan edukasi dan pendampingan kepada warga yang diketahui mengidap HIV AIDS.

Baca Juga: Miris! HIV di Bandung Melonjak, Gay Disebut jadi Penyebab

“Saya sudah memulai sebuah pergerakan bernama WPA, Warga Peduli AIDS, keliling 30 kecamatan yang dilakukan oleh Ketua Pokja Pemberdayaan,” ucap dia.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa upaya tersebut masih cukup berat untuk dilakukan. Sebab, banyak tantangan yang masih harus dihadapi seperti stigmatisasi terhadap penderita HIV AIDS sampai tingkat kepatuhan antiretroviral (kepatuhan minum obat sesuai dosis dan waktu) yang masih rendah.

“Yang pasti tentunya adalah kita tidak boleh berhenti melakukan sosialisasi tentang HIV AIDS, baik sosialisasi pencegahan dini sampai ke harm reduction istilahnya,” ungkap Farhan.

Baca Juga: HIV di Kota Bandung Jadi yang Tertinggi, Dinkes: Itu Fenomena Gunung Es 

Farhan menilai, stigmatisasi negatif terhadap para pengidap atau orang beresiko HIV AIDS membuat mereka enggan untuk melakukan pengecekan dan pengobatan. Terlebih, gaya hidup yang beresiko menimbulkan atau menyebarkan HIV AIDS masih banyak terjadi di Kota Bandung.

“Itu bahaya. Makanya kita lagi mendorong orang untuk menghilangkan stigmatisasi, mari kita tangani sama-sama, gak mungkin sendirian,” tutur dia.

Padahal, layanan pemeriksaan dan pengobatan untuk HIV AIDS sudah banyak tersedia di setiap puskesmas. Apalagi, untuk layanan pengecekan sudah bisa dilakukan melalui Program Cek Kesehatan Gratis yang sudah berjalan di seluruh puskesmas di Kota Bandung.

“Yang pasti pemeriksaan di semua layanan kesehatan di semua yankes bisa kan ya? Di puskesmas, karena masuk dalam CKG maka screening awal harusnya bisa didapat,” tandas Farhan.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru