Gunungan Sampah Kembali “Hantui” Kota Bandung, Farhan Beberkan Alasan Klasik Pengurangan Tonase
BANDUNG, Nawacita – Polemik masalah sampah di Kota Bandung seperti tak kunjung usai. Kali ini tumpukan bahkan gunungan sampah kembali bermunculan di bahkan hingga viral di media sosial.
Beberapa titik tumpukan sampah itu diantaranya tumpukan sampah TPS Gunung Batu yang mencapai lima meter, gunungan sampah Pasar Ciroyom, gunungan sampah di Pasar Caringin yang bahkan sudah bercampur dengan lumpur dan mengotori jalanan pasar serta penumpukan sampah di beberapa TPS lainnya di Kota Bandung.
Walikota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, banyaknya gunungan sampai itu akibat pengurangan tonase pembuangan sampah Kota Bandung ke TPA Sarimukti. Sehingga sampah di Kota Bandung tidak bisa diangkut setiap akhir pekan.
Biasanya, tumpukan sampah itu akan kembali diangkut pada hari Senin. Namun, kali ini tumpukan sampah itu tak kunjung diangkut hingga hari ini. Bahkan, gunungan sampah di TPS Gunung Batu tak diangkut selama lima bulan terakhir.
Baca Juga: Kampoeng Oase Jadi Lokasi Riset Polbangtan Malang Soal Maggot dan Sampah Kota
“Ya oke Jadi memang problem utama kita sekarang ini ada beberapa hal, mengenai sampah, satu pengurangan kuota pengangkutan ke TPA ya itu sudah terjadi sejak bulan Oktober,” kata Farhan saat ditemui di Horison Hotel Ultima Bandung, Rabu (12/11/2025).
Ia menuturkan bahwa biasanya pengangkutan sampah dilakukan pada Sabtu malam, sebab pada hari Minggu sampah di Kota Bandung sudah tidak bisa dibuang lagi ke TPA Sarimukti akibat kuota mingguan yang sudah habis.
Namun kali ini, TPS mengalami penumpukan tidak biasa di hari Sabtu sehingga tidak semua sampah di Kota Bandung dapat diangkut pada malam harinya. Bahkan, ia memproyeksikan penumpukan masih akan terjadi sampai tiga hari kedepan.
“Sehingga akan terjadi penumpukan sampai kurang lebih 2-3 hari ke depan baru kemudian diangkut. Tapi kan pengangkutan juga gak bisa nunggu, jadi pengurangan kuota sampah ini menjadi masalah buat kita, karena kita harus menghindari penumpukan baru, karena ada pengurangan kuota tersebut,” ucap dia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini hanya bisa melakukan upaya penanggulangan dengan memastikan kuota sampah sebanyak 941 ton yang sedang dalam proses pembuangan tidak mengalami kendala.
“Karena kita ini betul-betul sudah ada mepet sekali. Nah kemudian yang lainnya seperti apa ya kita tata ulang semua tempat-tempat penyimpanan ini sambil kita istilah dalam tanda kutipnya dianterikan. Masalahnya memang antriannya jadi lebih panjang,” harap dia.
(Niko)

