BPJS Ketenagakerjaan Gratis Satu Juta Pekerja Informal di Jabar, Sekda Ungkap Anggaran Rp 25 Miliar Siap Cair
Bandung, Nawacita – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkapkan, anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk premi BPJS Ketenagakerjaan bagi sektor pekerja informal di Jawa Barat sudah siap cair.
Ia mengatakan, anggaran tersebut bakal dibayarkan sebagai subsidi BPJS Ketenagakerjaan bagi satu juta pekerja informal di Jawa Barat. Seperti pengemudi ojek online, pedagang kaki lima, seniman dan para pekerja informal lainnya yang tidak memiliki kepastian penghasilan.
“Kami sudah mengalokasikan di 2025, siap cair itu 25 miliar kurang lebih dengan sinergi kabupaten kota. Mudah-mudahan bisa menembus 1 juta masyarakat yang bekerja di sektor informal,” kata Herman saat ditemui di Dispusipda Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Targetkan Pemutakhiran Data Akurat dan Selaras, Kemensos Gandeng Pemprov Jabar
Herman menyebut, pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan dari Pemprov Jabar untuk satu juga pekerja informal itu bakal dilakukan dengan kerjasama antara pemerintah provinsi dengan kabupaten kota serta lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Dengan kabupaten kota, ya datanya sudah dikompilasi oleh dinas tenaga kerja, tentu kerja sama dengan lintas OPD dan kabupaten kota, ditetapkan dalam keputusan gubernur dan nanti warga, masyarakat yang satu juta ini akan mendapatkan premi dari pemda ya,” ucap dia.
Maka dari itu, Ia menekankan agar pemerintah kabupaten kota di Jawa Barat bisa turut progresif guna kelancaran program pemberian premi bagi satu juta sektor informal di Jawa Barat itu. Sebab program besutan Pemprov Jabar itu akan terus dilakukan secara berkelanjutan di tahun 2026.
Baca Juga: BKKBN Jabar sebut MBG Berhasil Turunkan 3 Persen Angka Stunting di Bandung Raya
“Makanya kami menghimbau kabupaten kotanya juga progresif. Provinsi kan sudah progresif tuh. Nanti 2026 juga kita dorong terus, ya sekali lagi harus bareng-bareng dengan kabupaten kota,” tegas Herman.
Disinggung terkait teknis penyaluran, kriteria penerima serta teknis lainnya, Herman menuturkan bahwa hal tersebut bisa ditanyakan secara langsung kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat.
“Ya nanti teknisnya teman-teman bisa koordinasi dengan disnaker ya. Apakah berbagi bulan atau berbagi sasaran, yang jelas untuk 1 juta antara provinsi dengan kota-kota. Teknis saya harus cek dulu ke Disnaker. Dari kami disiapkan 25 miliar,” tandas dia.
Reporter: Niko

