Sunday, February 15, 2026

Perjalanan Kyai Mas Kasanan dalam Pertempuran 10 November 1945

Perjalanan Kyai Mas Kasanan dalam Pertempuran 10 November 1945

NawacitaHari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November, tidak hanya sebuah peringatan perjuangan para pahlawan, melainkan menjadi simbol nyata perjuangan para rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pada pertempuran 10 November 1945, mengakibatkan banyak korban pejuang yang kehilangan nyawanya. Bahkan saat itu dua petinggi angkatan perang Inggris turut meregang nyawa, perwira operasional Inggris, Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby dan Brigadir Robert Guy Loder-Symonds

Mallaby saat itu memimpin Brigade 49 dari Divisi XXIII untuk mendarat di Tanjung Perak, Surabaya.

- Advertisement -

Kisah Heroik diungkapkan oleh Slamet yang merupakan Cucu dari Kyai Mas Kasanan, sahabat seperguruan Kek Suro dan Kyai Mas Arif. Mereka mendampingi Bung Karno di Ndalem Pojok, Kediri, sebelum terjun pada Pertempuran 10 November 1945.

“Kakek saya Kyai Mas Kasanan merupakan sahabat karib seperguruan dengan Kek Suro dan Kyai Mas Arif, mendampingi Bung Karno pada pertempuran 10 November 1945 juga turun andil pada saat itu dibawah komando Laskar Penggempur Dalam yang dikomandani Letnan Matosin,” ucap Slamet.

Baca Juga: Sejarah Peristiwa Hari Pahlawan yang Diperingati Setiap 10 November

Pada saat itu, para pejuang bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk Laskar Minyak dari Ngagel karena dahulu terkenal dengan wilayah kaya sumur minyak.

“Bahkan ada cerita pada saat pertempuran jembatan Merah diberondong oleh senapan Mitraliur 12,7 tidak tembus,” ujarnya.

Ia berharap bahwa Kota Pahlawan dapat terus mengobarkan semangat perjuangan para pahlawan.

“Setelah itu karena keluarga kami menjadi lebih pengikut setia Bung Karno , pada tahun 1965 seluruh asetnya disita oleh Orde Baru diantaranya tiga pabrik semprong diantaranya di Sidotopo dan Ngagel . Bahkan paman saya Brigjend Salim di asingkan ke pulau Buru tanpa proses pengadilan,” ungkapnya.

Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, berharap seluruh masyarakat tetap menghidupkan api semangat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa pada pertempuran 10 November 1945.

“Tanpa kesolidan dan semangat gotong royong maka tidak akan terwujud kemerdekaan, penghargaan bagi para pahlawan yang telah rela berkorban, kisah Kyai Mas Kasanan juga menginspirasi kita bahwa niat tulus perjuangan dan semangatnya akan menyala sepanjang zaman,” kata Achmad Hidayat.

Achmad Hidayat juga menyampaikan bahwa banyak kisah kepahlawanan yang tidak mendapatkan perhatian banyak pihak, seperti halnya Mbok Dar Mortir yang rela menjual seluruh hartanya untuk membangun dapur umum bagi para pejuang. Bagi para pahlawan, perjuangan tersebut hanya bertujuan agar kemerdekaan Indonesia tetap terjaga.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan tanpa melihat apa latar belakangnya karena tujuan mereka semua satu yaitu Indonesia merdeka dan anak cucunya dapat menghirup udara kebebasan,” jelasnya.

Ia mendorong agar tidak ada pembelokan sejarah, serta perlu adanya riset serta penelusuran lebih lanjut terkait perjuangan para pahlawan.

“Sehingga kalau dalam mengkaji kita utuh, maka kita juga akan menjadi bangsa yang mengerti tatanan,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru