Pemkot Surabaya Hanya Miliki 81 dari Kebutuhan 150 Rumah Pompa Untuk Atasi Banjir
Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga kini hanya memiliki 76 rumah pompa untuk menangani banjir di Kota Pahlawan. Sedangkan ada lima titik tambahan yang ditarget selesai akhir tahun ini.
Sehingga hingga akhir tahun 2025, total ada 81 rumah pompa yang dimiliki Pemkot Surabaya. Hal tersebut jauh darikata ideal, sebab Kota Surabaya membutuhkan setidaknya 150 lokasi rumah pompa.
“Jadi banyak sekali kita harusnya yang kita butuh, kalau yang kita hitung ya sekitar dua kali lipat dari yang sekarang ya, paling tidak 150 pompa harus kita punya,” ucap Syamsul Hariadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Kamis (7/11/2025).
Salah satu penyebab kebutuhan pompa yang begitu banyak diakibatkan topografi wilayah Kota Surabaya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Siap Tindak Tegas Pelaku Vandalisme Mural di Jalan Gubeng Pojok
“Karena kita ini berada di topografi yang datar, kita ini di hilir. Kalau dari sistem catchment area besar, kita ini masuk catchment areanya Das Brantas, yang paling ujung itu kita. Paling ujung itu Surabaya, Sidoarjo, Gersik,” ujarnya.
“Kalau di hilir itu otomatis topografinya relatif datar. Kalau relatif datar kecepatan air itu untuk mengalir itu rendah, jadi kecepatannya itu berkurang. Ketika kecepatan berkurang makanya butuh kita rumah pompa itu untuk mempercepat aliran,” imbuhnya.
Menurutnya prinsip pengendalian banjir di tiap wilayah memerlukan penanganan yang berbeda. Kalau di hulu, air itu ditahan. Sedangkan kalau di tengah itu dimanage dengan pintu air, atau bangunan pengendali air. Sementara di hilir, air harus segera dibuang ke laut (flushing).
“Untuk flushing itu dibutuhkan rumah pompa dan juga dibutuhkan pintu air, untuk nahan air lautnya supaya gak masuk, kalau air masuk, percuma kita menyedot air laut,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Seminar, Untuk Cegah Toxic Parenting dan Tekan Angka Perceraian ASN
“Jadi pompa air dan pintu air itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan ketika ada di hilir dan di muara sungai,” tambahnya.
Terkait biaya pembangunan rumah pompa, Syamsul mencontohkan kebutuhan biaya rumah pompa Rungkut Menanggal membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 30 miliar.
“Satu rumah pompa Rp25 miliar, itu pun pompanya cuma dua. Tapi sudah kita siapkan dua lagi untuk lubangnya, itu nanti tahun depannya baru kita beli. Soalnya ini di dibeli semua, satu pembangunan satu rumah pompa, kalau lengkap itu bisa Rp30 miliar,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

