Fungsi Rumah Pompa Air Surabaya Terhambat Sampah Berat, Pemkot Ajak Masyarakat Wujudkan Sungai Bebas Sampah
SURABAYA, Nawacita – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya pada Rabu (5/11/2025), sebabkan banjir di beberapa titik di Kota Pahlawan. Rumah pompa sebenarnya telah difungsikan, namun sempat terganggu kinerjanya akibat tumpukan sampah besar yang mengakibatkan screen (saringan sampah) jebol.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengungkapkan sampah yang dibuang oleh masyarakat berpotensi mengakibatkan rusaknya pompa.
“Jadi sampah ini berpotensi untuk merusak pompa, ketika sampah ini yang pertama, sampah-sampah berat dan (ukuran) besar itu masuk ke saluran, kemudian ditangkap oleh screen, ketika sampah-sampah besar ini susah diangkat, nantinya akan bertambah berat dan membebani screen, ketika disedot oleh rumah pompa, akhirnya screen jebol. Seperti yang terjadi di rumah pompa Kalisari screennya jebol sehingga tidak bisa kita operasikan,” ucap Syamsul Hariadi, Kamis, (6/11/2025).
Baca Juga: Sejumlah Kawasan di Surabaya Banjir: Bikin Motor Mogok, Puluhan Pohon Tumbang
Selain berukuran besar dan bervolume berat, sampah berbentuk tali juga berpotensi mengganggu kinerja pompa.
“Yang kedua sampah-sampah yang berpotensi mengganggu pompa itu ada tali, seperti tali tampar, tali rafia. Itu juga berpotensi mengganggu kinerja pompa. Karena kalau sudah masuk dan membelit baling-baling. Pompanya sudah tidak bisa dioperasikan,” ujarnya.

Selain sampah, masuknya hewan juga dapat mengakibatkan pompa tidak dapat berfungsi. Syamsul menyampaikan pengalaman tiga tahun silam, ketika ditemukannya ular yang masuk kedalam pompa, sehingga mengakibatkan pompa tersebut tidak dapat berfungsi.
“Ketiga ini terkait dengan hewan, jadi ada ular, itu masuk kesedot di baling-balingnya rumah pompa. Jadi pernah ada ular besar ternyata, dan panjang, ada sekitar 5 meter itu membelit baling-balingnya,” ungkapnya.
Sampah rumah tangga diketahui menjadi penyumbang terbesar sampah yang ditemukan di aliran sungai oleh pihak DSDABM Kota Surabaya.
“Sampah rumah tangga, termasuk di situ Pampers, itu yang paling banyak, berat loh pampers itu. Soalnya terkena air akan bertambah berat ya,” katanya.
Syamsul menjelaskan bahwa pada banjir yang terjadi Rabu (5/11/2025), pihaknya menemukan sampah bervolume besar di dua lokasi.
“Kasur ada kemarin di Greges itu ada, yang sofa di Kalisari. Gak tahu, kasur ini kebawa (arus) atau (memang) dibuang,” tuturnya.
DSDABM telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya terkait sampah, agar tidak terjadi penumpukan.
“Tapi kita tetap kolaborasi, DLH juga bilang ke kita, minta alat atau butuh truk untuk ngangkut, itu koordinasi dengan kita. Dari DLH juga menyampaikan informasi, itu loh sampahnya banyak disini dan teman-teman langsung datang untuk mengambil,” jelasnya.
Ia menghimbau agar masyarakat turut berperan serta menjaga kebersihan kota dengan tidak membuang sampah di saluran air, agar aliran air dapat berjalan maksimal, sehingga pencegahan banjir dapat berjalan optimal.
“Jadi makanya kita himbau masyarakat agar tidak membuang sampah di saluran. Ketika membuang sampah di saluran, airnya enggak bisa menempati saluran, akhirnya airnya menempati jalan dan rumah masyarakat semua,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

