Saturday, February 14, 2026
Home ADVETORIAL Komitmen Pemkab Jember dalam Tekan Stunting: Terjunkan Kader Posyandu, Berikan Fasilitas Layak

Komitmen Pemkab Jember dalam Tekan Stunting: Terjunkan Kader Posyandu, Berikan Fasilitas Layak

0
453
Pemkab Jember
Pemkab Jember komitmen tekan stunting hingga kematian ibu dan bayi. (Dok. Pemkab Jember).

Jember, Nawacita.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat peran kader posyandu sebagai garda terdepan dalam menekan angka stunting, angka kematian ibu (Aki), dan angka kematian bayi (Akb).

Melalui program “Guse Menyapa Gumukmas” yang digelar di Desa Mayangan, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan bidan diajak untuk aktif menyebarluaskan informasi mengenai Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

“Kami ingin memastikan setiap warga, khususnya ibu hamil dan balita, berani memeriksakan diri dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak di fasilitas kesehatan,” kata Bupati Jember M Fawait, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Gumukmas dan seluruh wilayah Jember.

“Cegah tingginya angka stunting serta cegah angka kematian ibu dan anak saat melahirkan. Kami tegaskan pentingnya peran serta kader posyandu dan tenaga kesehatan di masyarakat,” jelas Fawait.

Baca Juga: Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkab Jember Terjunkan 1.200 Nakes

“Peluncuran program baik dengan program pemberian gizi untuk balita dan ibu hamil, juga program kesehatan lainya kepada masyarakat secara langsung maupun melalui kader posyandu, maka kami optimis masyarakat Jember semua akan mendapatkan program baik dari pemerintah,” tambahnya.

Fawait mengatakan bahwa pemanfaatan program Universal Health Coverage (UHC) bertujuan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

“Pentingnya deteksi dini bagi ibu hamil berisiko tinggi dan pelaporan ke fasilitas kesehatan. Itu sangat penting,” paparnya.

Sementara untuk menghindari sumbatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, pihaknya telah membuat kanal aduan “Wadul Guse” sebagai sarana pelaporan pelayanan publik.

“Kami berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah,” tandasnya.

Reporter : Mujianto

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here