Adies Kadir Kembali ke Gedung DPRD Surabaya, Ungkap Makna dan Perjuangan di Masa Lalu
Surabaya, Nawacita.co — Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya periode 2009–2014, Adies Kadir melakukan kunjungan nostalgia ke Kantor DPRD Kota Surabaya, Jumat (31/10). Kunjungan tersebut menjadi ajang napak tilas bagi Adies Kadir yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI.
Dalam kesempatan itu, Adies Kadir mengenang masa-masa awal kiprahnya sebagai wakil rakyat di Surabaya. Ia menyebut gedung DPRD Surabaya memiliki makna khusus dalam perjalanan politiknya.
“Di tempat inilah saya ditempa menjadi wakil rakyat. Dari sinilah saya belajar berkomunikasi dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Ketum Golkar Tunjuk Adies Kadir Bicara Terkait Kasus Azis Syamsudin
Adies Kadir juga menyinggung salah satu pengalaman pentingnya saat menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengembalian Aset Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya.
“Kami waktu itu mulai membuka kotak Pandora pengembalian aset yang dikuasai pihak ketiga sejak tahun 1950-an. Alhamdulillah, periode berikutnya aset-aset itu berhasil dikembalikan ke Pemerintah Kota Surabaya,” terangnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kerja DPRD dalam memperjuangkan kepentingan publik. Ia menegaskan, pelayanan kepada masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan pemilih.
Baca Juga : Jatim Resmi Usung Adies Kadir Caketum DPP MKGR
“Sekecil apa pun aspirasi rakyat harus didengar. Telepon dan pesan dari warga wajib dijawab, karena kita ini pelayan mereka,” tegasnya.
Adies juga menyoroti pentingnya kaderisasi di tubuh Partai Golkar. Ia mengapresiasi kehadiran banyak kader muda di DPRD Surabaya yang dianggap sebagai bukti regenerasi partai berjalan baik.
“Setiap periode, sekitar 60–70 persen wajah baru muncul. Artinya, regenerasi di Golkar berhasil. Tapi yang bisa bertahan hanyalah mereka yang benar-benar bekerja nyata,” ujarnya.
Terkait isu pemilihan kepala daerah, Adies menjelaskan bahwa Partai Golkar masih menunggu pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang digodok di DPR RI.
“Masih dikaji apakah nanti sistemnya terbuka, tertutup, atau campuran. Semua partai masih menunggu hasil pembahasan,” katanya.
Menutup pernyataannya, Adies menyampaikan pesan khusus dalam rangka HUT ke-61 Partai Golkar. “Tagline baru kami adalah ‘Suara Rakyat, Suara Golkar’. Artinya, apa pun yang menjadi kehendak rakyat harus diupayakan oleh Partai Golkar. Semua kader, baik di eksekutif maupun legislatif, harus turun langsung ke masyarakat dan bekerja nyata,” tandasnya.

