Saturday, February 14, 2026

Razia Bal Pakaian Thrifting di Pelabuhan Ancam Nasib Pedagang Pasar Cimol Gedebage, Farhan: Kita Mah Patuh Weh

Razia Bal Pakaian Thrifting di Pelabuhan Ancam Nasib Pedagang Pasar Cimol Gedebage, Farhan: Kita Mah Patuh Weh

Bandung, Nawacita – Walikota Bandung, Muhammad Farhan memberikan tanggapan terkait kebijakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang bakal melakukan razia bal pakaian impor ilegal atau thrifting di pelabuhan.

Ia mengatakan bahwa hal itu bisa mengancam nasib para pedagang pakaian thrifting di Pasar Cimol Gedebage Kota Bandung yang menggantungkan hidupnya dari berjualan pakaian impor atau thrifting hingga hari ini. Terlebih, Pasar Cimol Gedebage Kota Bandung sendiri merupakan bangunan milik Pemkot Bandung.

Namun, sebagai kepala daerah ia juga tidak bisa menentang kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah pusat. Sehingga hal itu tidak perlu memiliki persetujuan kepala daerah dan sudah sepatutnya dipatuhi.

- Advertisement -

Baca Juga: Produk Pakaian Impor Murah Jadi Tantangan Berat bagi Industri Tekstil Nasional

“Kalau bicara soal peraturan mah bukan setuju tidak setuju, kita mah patuh weh,” ungkap Farhan saat dikonfirmasi usai menghadiri acara Pembukaan Klinik Pratama Lamoria Bandung di Halaman Lapas Perempuan Kelas II A Bandung, Kamis (30/10/2025).

Meski demikian, Farhan juga tetap memikirkan nasib para pedagang pakaian thrifting di Pasar Cimol Gedebage yang terancam gulung tikar jika razia bal pakaian impor dilakukan di pelabuhan.

Sebab, para pedagang nantinya tidak akan memiliki barang untuk dijual. Apalagi saat ini kondisi penjualan dan pendapatan mereka juga sudah mulai menurun sebesar 50 hingga 70 persen.

“Itu kewenangan Pemerintah Pusat, kami sedang menunggu dulu kepastiannya seperti apa, karena ini kan berdasarkan pernyataan dari Menteri Keuangan ya. Nah, dampaknya pasti ke kita. Kita lagi menunggu dulu, sebetulnya kebijakan pastinya seperti apa dari pernyataan menteri tersebut,” kata dia.

Baca Juga: Kebijakan Razia Pakaian Impor Bikin Pedagang Thrifting Cimol Gedebage Resah

Hal itu dilakukan sebagai patokan pemkot bandung untuk mengambil langkah kedepannya terkait nasib para pedagang pakaian impor atau thrifting di Pasar Cimol Gedebage.

“Kalau kami memang pada dasarnya ikut administrasi aja, dampaknya seperti apa, nanti kita bisa bicarakan. Karena bagaimanapun ap para pedagang di Cimol ini, ya dulur-dulur urang oge lah gitu ya, diajak ngobrol weh,” ucap Farhan.

Di sisi lain, Farhan juga mengaku akan tetap mengikuti setiap keputusan maupun kebijakan yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat. Salah satunya adalah razia bal pakaian impor di pelabuhan atau razia pakaian impor secara langsung di kawasan pergudangan maupun Pasar Cimol Gedebage Kota Bandung.

“Razia tidak boleh sembarangan, mesti ada surat tertulisnya, biasanya kita ditembuskan. Sehingga kami juga bisa melakukan persiapan yang baik gitu ya, untuk memastikan bahwa tingkat kepatuhan Pemerintah Kota Bandung terhadap peraturan yang ditegakan oleh Pemerintah, pusat berjalan dengan baik,” tandas dia.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru