Dedi Mulyadi Janjikan Trotoar Mulus, Siswa Jalan Kaki? Harus!
BANDUNG, Nawacita – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bakal memperbaiki atau membuatkan trotoar baru khusus untuk siswa berjalan kaki. Trotoar tersebut bakal dibangun dengan jarak satu kilometer dari bangunan sekolah.
“Maka konsep saya adalah berikutnya adalah, oke, satu kilometer menjelang sekolah, akan saya bangunkan trotoar-trotoar yang layak untuk berjalan kaki, satu kilometer,” kata Dedi dalam sambutannya pada acara Pengambilan Sumpah/Janji Guru Sebagai Kepala Sekolah di Gedung Sate Bandung Jawa Barat, Rabu (29/10/2025).
Hal tersebut dilakukan Dedi sebagai implementasi dari penekanan dirinya agar para siswa di seluruh Jawa Barat berjalan kaki ke sekolah. Narasi itu sebelumnya telah dituangkan Dedi dalam surat edaran yang diteken pada 25 Mei 2025 lalu.
“Saya minta, apa yang menjadi surat edaran saya tadi? Yang jaraknya ke sekolah, masih bisa jalan, jalan kaki,” ucap dia.
Surat edaran itu berisi terkait aturan yang mengharuskan para siswa yang berusia dibawah umur untuk berjalan kaki ke sekolah atau menggunakan transportasi umum. Maka dari itu dirinya ingin menunjang terlaksana aturan tersebut dengan membangun trotoar untuk para siswa.
Selain itu, pembuatan trotoar juga sebagai langkah agar siswa terbiasa berjalan kaki sejak kecil atau usia remaja. Menurutnya budaya jalan kaki merupakan budaya yang perlu dilestarikan.
“Kenapa? Mau ngomong? Mau ngomong apa? Dedi Mulyadi itu mengajak orang kembali ke jaman batu. Jepang, jalan kaki, naik sepeda. Singapura, jalan kaki tradisi. Problem di kita ini jalan kaki karena panas aja. Dan lalu lintasnya nggak baik,” tutur Dedi.
Bahkan, dirinya juga berencana untuk membuat tempat air siap minum di sepanjang trotoar atau ditempat lainnya. Langkah itu juga sempat dilakukan Dedi ketiak dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
“Bahkan saya berencana membuatkan seperti dulu saya waktu di Purwakarta, membuatkan tempat air minum yang siap diminum. Jalan kepanasan minum. Itu bagian peradaban,” papar dia.
Ditemui usai acara, Dedi mengungkapkan bahwa jalan kaki merupakan bagian dari kesehatan guna membangun postur tubuh yang kuat.
“Ya jalan kaki ya bagian dari kesehatan, itu kan bagaimana membangun postur tubuh agar sehat, kuat dan jalan kaki bagian olahraga. Nggak mungkin bisa jadi pemain Persib dong kalau tadinya tidak rajin jalan kaki dan olahraga,” ungkap Dedi.
Di samping itu, ia juga menekankan agar lingkungan sekolah bebas dari kendaraan. Dalam artian, siswa tidak boleh membawa kendaraan pribadi baik roda dua atau roda empat ke sekolah.
“Nah, kemudian apalagi tapi di sekolah harus bebas dari kendaraan. Siswa yang dibawah umur nanti resikonya nitip nitip motornya di warung tetangga. Nggak usah begitu,” beber dia.
(Niko)

