Sunday, February 15, 2026

Cengkeh Diduga Terkontaminasi Cs-137, Khofifah: Kita harus Lindungi Kepercayaan Pasar Dunia

Cengkeh Diduga Terkontaminasi Cs-137, Khofifah: Kita harus Lindungi Kepercayaan Pasar Dunia

Surabaya, Nawacita.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan langkah identifikasi bersama terkait dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada produk ekspor cengkeh asal Jawa Timur.

“Saya sudah berkomunikasi dengan BRIN dan akan melakukan identifikasi bersama, karena inovasi-inovasi ini bisa berdampak langsung pada perekonomian, terutama bagi masyarakat yang produknya sudah diekspor,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (29/10/2025).

Khofifah menegaskan, koordinasi ini penting agar penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan ilmiah. Menurutnya, potensi dampak dari isu kontaminasi tersebut tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga kepercayaan pasar internasional terhadap produk ekspor Indonesia.

- Advertisement -

Baca Juga: Khofifah Apresiasi Inovasi OMAN: Layanan Kesehatan Lebih Dekat dan Manusiawi

“Bukan berarti yang domestik tidak baik, tetapi kita perlu diskusi lebih lanjut dengan Pak Laksana Tri Handoko (Kepala BRIN), supaya kolaborasi ini bisa lebih luas lagi,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BRIN akan memastikan bahwa seluruh proses pemeriksaan dan penanganan dilakukan sesuai standar keselamatan dan prosedur internasional.

“Ini bukan hanya soal satu kasus, tetapi juga soal bagaimana kita menjaga reputasi dan daya saing ekspor nasional. Jawa Timur siap menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan dan inovasi sistem keamanan pangan serta lingkungan,” tegas Khofifah.

Sebelumnya, satu kontainer berisi cengkeh asal Indonesia yang diekspor ke luar negeri dilaporkan diduga terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Ketua Divisi Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Penanganan Cs-137, Bara Hasibuan, menyebutkan bahwa kontainer tersebut dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 29 Oktober 2025.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru