Saturday, February 14, 2026

Buka Utsawa Dharma Gita XXXII, Gubernur Koster: Seni dan Agama harus jadi Prioritas

Buka Utsawa Dharma Gita XXXII, Gubernur Koster: Seni dan Agama harus jadi Prioritas

Denpasar, Nawacita | Gubernur Bali Wayan Koster membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) XXXII Tahun 2025 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), Denpasar, Jumat (24/10/2025). Gubernur terus mengingatkan pentingnya budaya bagi eksistensi Bali di masa depan.

UDG diikuti oleh 370 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Mengikuti 9 kategori lomba, para peserta tidak hanya usia dewasa dan pemuda tapi juga melibatkan anak-anak. Gubernur Koster sangat senang melihat antusiasme para peserta yang berparade di hari pembukaan. “Tityang lihat adik-adik semangat ikutnya,” ujar Gubernur Koster.

Dia pun menyentil Bupati Buleleng karena jumlah peserta UDG tahun ini paling sedikit di antara peserta lain. Menurutnya, setiap kegiatan budaya harus menjadi prioritas setiap bupati/walikota se-Bali. Karena tanpa budaya, Bali tidak lagi unik dan menarik.

- Advertisement -

Baca Juga: Sumbang Devisa Rp167 Triliun, Wayan Koster: Pembangunan Masih Minim Dukungan Pusat

“Untuk program yang berkaitan dengan budaya, seni, agama, harus dipahami sebagai sesuatu yang amat prioritas,” jelasnya.

Melihat pentingnya budaya bagi kelangsungan Bali di masa depan, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengusung visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali era baru.

Visi tersebut berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yakni Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerhi, dan Jagat Kerthi.  Menurut Gubernur, panglingsir Bali telah mewariskan ajaran, budaya, adat istiadat, kearifan lokal yang begitu kaya, mulia, unik, dan unggul. Hal ini, jelasnya, harus menjadi kesadaran kolektif. Karena Bali tanpa budaya tidak akan bisa hidup. Budaya inilah yang menjadi anugerah yang membawa Bali menjadi daerah pariwisata terkenal di dunia.

Baca Juga: Gubernur Koster: Kepentingan Warga Prioritas, Akses Jalan GWK Resmi Dibuka

“Tanpa budaya nggak ada yang tertarik sama Bali. Budaya inilah yang jadi daya tarik utama karena memiliki taksu, aura, bahkan Bali ini tenget, sakral karena upacaranya terus jalan. Kalau ini tidak kita lakukan Bali akan kehilangan auranya, taksunya. Dan, sekarang itu mulai agak menurun,” kata politisi asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini. Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali untuk ikut merawat budaya.

Dengan begitu maka Bali di masa depan akan selalu bisa survive, berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global. “Adik-adik agar tetap kukuh mengikuti UDG ini, jangan pernah bosan,” pesan Gubernur Koster.

UDG 2025 mengagendakan 9 mata lomba antara lain Membaca Sloka, Membaca Palawakya, Membaca Kakawin, Kidung, Dharmawiwada, Dharmawacana  Berbahasa Bali, Dharmawacana Berbahasa Inggris, Menghapal Sloka, dan Lomba Gaguritan.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru