Wednesday, February 11, 2026

Jawa Timur dan Jawa Tengah Mantapkan Kolaborasi Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Jawa Timur dan Jawa Tengah Mantapkan Kolaborasi Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Surabaya, Nawacita.co – Dua provinsi besar di Pulau Jawa, Jawa Timur dan Jawa Tengah, resmi mempererat kolaborasi pembangunan lintas sektor. Penandatanganan dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Jum’at malam (24/10/2025).

Melalui penandatanganan 11 perjanjian kerja sama (PKS) dan nota kesepahaman (MoU), kedua daerah berkomitmen mengoptimalkan potensi sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Agenda tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, bersama jajaran kepala daerah, pimpinan OPD, BUMD, serta perwakilan dunia usaha dari Kadin dan HIPMI kedua provinsi.

- Advertisement -

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang digagas Pemprov Jawa Timur.

“Ini merupakan kunjungan pertama kami ke Jawa Timur sejak saya menjabat. Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas sambutan dan dukungannya. Kerja sama ini akan menambah semangat baru bagi pembangunan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya memperkuat sinergi ekonomi antara dua provinsi bertetangga ini.

Penandatanganan 11 perjanjian kerja sama (PKS) dan nota kesepahaman (MoU), kedua daerah. (Reporter Alus)

“Harapan kita adalah sinergi, sinergi, sinergi – kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Ada potensi besar di Jawa Tengah yang dibutuhkan Jawa Timur, dan sebaliknya,” lanjut Khofifah.

Dalam kesempatan itu, dibacakan 11 dokumen kerja sama antara organisasi perangkat daerah, BUMD, hingga asosiasi pengusaha dari kedua provinsi. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Pengembangan industri dan perdagangan, antara Disperindag Jatim dan Disperindag Jateng.
  2. Peningkatan SDM industri tekstil dan alas kaki, antara Disperin Jateng dan Disnakertrans Jatim.
  3. Ketahanan pangan dan pertanian, antara Dinas Ketahanan Pangan Jateng dan Dinas Pertanian Jatim.
  4. Pemberdayaan koperasi dan UMKM, antara Dinas Koperasi UMKM kedua provinsi.
  5. Pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan, antara Dinas Peternakan Jatim dan Dinas Peternakan Jateng.
  6. Kerja sama energi dan gas, antara PT Petrogas Jatim Utama dan PT Jateng Petroenergi.
  7. Penyediaan bahan pangan dan hasil pertanian, antara PT Jatim Agro Perseroda dan PT Jateng Keraha Utama Perseroda.
  8. Produksi barang olahraga berbasis karet, antara PT Jateng Agro Berdikari dan PT Karet Nganggel Surabaya.
  9. Pertukaran data dan peluang investasi, antara Kadin Jatim dan Kadin Jateng.
  10. Pembinaan UMKM dan pelatihan bersama, antara HIPMI Jatim dan HIPMI Jateng, termasuk kerja sama di bidang pertanian, maritim, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Khofifah berharap, kolaborasi ini menjadi model kerja sama antarprovinsi yang produktif dan saling menguntungkan.

“Banyak peluang strategis yang bisa kita sinergikan, mulai dari industri pangan, energi, hingga UMKM. Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah mitra yang saling memperkuat,” tutupnya.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru