Jember, Nawacita.co – Bupati Jember M Fawait menerjunkan 1.200 tenaga kesehatan (Nakes) untuk menakan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Ini ditandai dengan pengalungan syal pada dokter puskesmas yang menjadi pilot project.
Selama tahun 2024 angka AKI dan AKB di Kabupaten Jember tertinggi se-Jawa Timur.
Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah serius yang perlu dicarikan solusi yang tepat.
“Maka kami menurunkan sebanyak 1.200 tenaga kesehatan untuk menekan AKI dan AKB,” tegasnya, Kamis (23/10/2025).
Baca Juga: Pemkab Jember Gelar Penyuluhan Anti Narkoba di Hari Santri Nasional 2025
Fawait mngatakan bahwa para nakes akan terjun ke desa dan kelurahan di Kabupaten Jember. Mereka disebar.
Fawait menjelaskan penerjunan nakes akan dilakukan bertahap.
“Tahap pertama akan menerjunkan sebanyak 205 nakes karena telah ditetapkan sebagai pilot project di beberapa kecamatan. Ada 6 kecamatan yang menjadi pilot project, yakni Kecamatan Silo, Jelbuk, Kaliwates, Ambulu, Tanggul, dan Jombang. Nah, setelah program itu berjalan, dilanjutkan bergerak ke desa-desa atau kelurahan di kecamatan – kecamatan lainnya,” jelasnya.
“Tugas mereka memastikan dan mendata ibu hamil dan selanjutnya mengajak mereka (yang terdata) untuk melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas,” tambah Fawait.
Pihaknya berharap dengan program ini, AKI dan AKB di Kabupaten Jember bisa turun signifikan.
“Harapan kami, di tahun ini atau di tahun depan angka kematian ibu dan bayi bisa turun drastis,” tandas Fawait.
Reporter : Mujianto










