Saturday, February 14, 2026

EJIF 2025 Perkuat Sinergi Investasi Menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara

EJIF 2025 Perkuat Sinergi Investasi Menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara

Surabaya, Nawacita.co — Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang solid dan berkelanjutan, berbagai program promosi dan daya tarik investasi di Jawa Timur terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia (BI). Sinergi ini menjadi kunci penting dalam mengoptimalkan potensi Jawa Timur yang didukung infrastruktur lengkap dan iklim usaha yang kompetitif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui East Java Investment Forum (EJIF) 2025 yang digelar pada 21–22 Oktober 2025 di Surabaya oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan calon investor, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mendorong percepatan investasi di berbagai sektor unggulan.

Dengan mengusung tema “Boosting Investment for Inclusive and Sustainable Growth to Support East Java as Gerbang Baru Nusantara”, forum ini dihadiri lebih dari 150 investor dalam dan luar negeri dari berbagai negara seperti Australia, Belanda, Britania Raya, India, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Singapura, Tiongkok, Oman, dan Tunisia.

- Advertisement -

Baca Juga : Kolaborasi Pemprov Jateng dan Bank Indonesia: Petakan Sumber Ekonomi Baru

Kepala BI Jatim, Ibrahim, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan EJIF bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kegiatan ini menjadi bukti sinergi kuat antara BI, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan komitmen Pemprov Jatim bersama 38 kabupaten/kota dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Peraturan Daerah kami siapkan untuk memastikan kemudahan berusaha. Gubernur Jatim bersama Kapolda dan seluruh kepala daerah telah berkomitmen dalam gerakan anti premanisme, agar para investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Jawa Timur,” tegas Emil di hadapan para investor, pengusaha, dan perbankan.

Baca Juga : Daftar Lengkap 44 Nama DPR RI Diduga Terlibat Korupsi CSR Bank Indonesia

Dalam forum tersebut, disajikan 20 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), 7 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, serta sejumlah proyek potensial lainnya dengan nilai investasi mencapai Rp76 triliun.

Sebagai wujud konkret, dilakukan pula penandatanganan empat komitmen investasi di sektor industri pengolahan dan agribisnis. Selain itu, EJIF 2025 juga menghadirkan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Investasi/BKPM, serta investor luar negeri yang berbagi pengalaman positif berinvestasi di Jawa Timur.

Kegiatan ini turut diwarnai dengan sesi many-to-many meeting, one-on-one meeting, dan project visit yang memberikan kesempatan kepada investor untuk menggali informasi mendalam terkait proyek-proyek yang diminati.

Melalui EJIF 2025, Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan ekosistem investasi paling potensial di Indonesia. Ke depan, kegiatan promosi investasi ini akan terus diperkuat melalui sinergi antara BI, Pemprov, dan pemerintah kabupaten/kota guna mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru