Yordan Batara-Goa Tekankan Bahaya Eksklusivisme Dalam Kehidupan Bermasyarakat
Surabaya, Nawacita | Anggota DPRD Jawa Timur, Fraksi PDI Perjuangan, Yordan M. Batara-Goa, menekankan bahaya eksklusivisme dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan Yordan dalam Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman dengan tema “Sosialisasi Penguatan Implementasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika” yang diselenggarakan di Harris Hotel & Conventions Gubeng, Jumat (17/10/2025) malam.
“Karena kemudian eksklusivisme itu bisa mengakibatkan seseorang menjadi ekstremis, yang berarti dia menganggap yang lainnya salah. Nah, kalau dibiarkan dia bisa menjadi terorisme, yang menggunakan alat kekerasan untuk meniadakan yang lain,” ucap Yordan.
Eksklusivisme sendiri ialah sebuah tindakan atau sikap menolak adanya keberagaman, yang mengakibatkan kelompok atau pribadi tersebut menjauhkan diri dari lingkungan ataupun masyarakat.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jatim tersebut menjelaskan perlunya kegiatan perjumpaan lintas agama dan etnis, untuk membangun rasa saling kepedulian antar umat beragama.
Baca Juga: Yordan Batara-Goa Soroti, Isu Intoleransi Pada Kaum Penghayat
“Ketika kita tidak mengalami perjumpaan dengan yang lain, maka kita bisa memiliki rasa jengkel, kita bisa memiliki rasa memusuhi,” jelasnya.
Yordan menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat perlu mewaspadai adanya radikalisme, terlebih berdasarkan survey terdapat 0,4% masyarakat telah terpapar paham radikal.
“Kaum radikalisme cuma 0,4%. Tapi 0,4% itu setara dengan 600 ribu orang, satu dari empat mahasiswa, satu dari empat pelajar SMA, satu dari lima pegawai, satu dari lima PNS, satu dari 10 BUMN, tidak setuju dengan Pancasila.” tuturnya.
Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itupun berharap seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi radikalisme, dan terus mempertahankan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ayo, ini angka ini harusnya membuat kita sadar, membuat kita waspada,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

