Trotoar di Bandung Tak Ramah Pejalan Kaki, Terhalang Pohon sampai Disalahgunakan
Bandung, Nawacita – Sejumlah warga di Kota Bandung mengeluhkan fasilitas trotoar yang tidak ramah pejalan kaki. Hal itu dikarenakan trotoar di beberapa ruas jalanan Kota Bandung mengalami kerusakan. Bahkan, ada trotoar yang tidak bisa digunakan karena terhalang pohon bahkan disalahgunakan.
Naufal (19), seorang pengemudi ojek online yang juga merupakan warga Kelurahan Cicadas Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung mengaku bahwa dirinya sering merasa kesal jika trotoar yang akan dilewati saat berjalan kaki ternyata rusak dan terhalang sesuatu.
“Pada kenyataannya kan banyak trotoar yang rusak ya. Saya juga sebagai warga Bandung kadang suka kesel, saya juga kalau olahraga kayak main ninja warrior, yang kadang ada pohon, kadang ada motor yang parkir sembarangan, ada yang jualan di trotoar,” kata Naufal saat diwawancarai di Taman Pusenif di Jalan Brigjen Katamso Kota Bandung pada Jumat (17/10/2025).
Ia menyebut bahwa cukup banyak trotoar yang memang sudah rusak bahkan tidak bisa digunakan namun masih belum diperbaiki oleh Pemkot Bandung.
Salah satunya seperti trotoar yang biasa ia lewati di Jalan Katamso Kota Bandung. Ia menuturkan bahwa trotoar di ruas jalan itu hampir tidak bisa digunakan. Sebab, ukuran trotoar yang kecil sudah terhalang oleh pohon-pohon besar yang tumbuh di atas trotoar tersebut.

“Kalau yang sebenarnya karena banyak, tapi yang mau saya lihat itu di jalan Supratman, karena disitu trotoarnya kebanyakan kehalang pohon, jadi orang yang mau lewat itu susah harus turut ke jalan, ke bawah jalan,” tutur dia.
Ia berharap, Pemkot Bandung bisa segera memperbaiki trotoar-trotoar yang telah mengalami kerusakan bahkan tidak bisa digunakan atau disalahgunakan.
“Jadi buat pemerintahnya mungkin bisa dibenarkan lagi diperbaiki agar layak untuk dipakai oleh masyarakat dengan layak,” ucap Naufal.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Agil (25) seorang fotografer sekaligus salah satu warga Sukamaju Cibeunying Kidul Kota Bandung. Sebagai orang yang memang rutin berjalan kaki dalam aktivitas sehari-harinya, Agil mengeluhkan kondisi trotoar yang terkadang sudah retak.
“Rusak parah sih, enggak ya. Cuman kayak retak-retak aja yang ngebuat kita pejalan kaki lebih hati-hati aja untuk berjalan,” ungkap Agil saat diwawancarai di Jalan Surapati Kota Bandung pada Jumat (17/10/2025).
Selain dalam kondisi rusak, Ia juga kerap menemukan trotoar yang terhalang sesuatu sehingga tidak bisa dilewati pejalan kaki. Bahkan tak jarang trotoar yang ia temui sudah disalahgunakan seperti digunakan untuk berjualan, digunakan jalan untuk motor bahkan parkir liar pengendara.
“Dan terlebih trotoar pejalan kaki itu, kebanyakan salah digunakan. Rata-rata buat pedagang, atau kadang motor juga ikutan bisa lewat gitu. Jadi yang bisa, kemungkinan trotoar itu bisa rusak,” tambah Agil.
Ia mengaku cukup risih jika menemukan trotoar dengan berbagai kondisi di atas saat dirinya berjalan kaki di Kota Bandung untuk menikmati suasana atau sekedar berburu spot foto yang bagus untuk portofolionya.
“Tapi emang suka risih juga sih kita. Ya kurangnya nyaman buat pejalan kaki gitu di Bandung. Apalagi di Bandung kotanya penuh apa namanya dengan pohon-pohon. Sehingga apa pejalan kaki seharusnya lebih friendly lah buat pejalan kaki,” beber dia.
Baca Juga: Pemkot Bandung Bakal Bentuk Gaslah untuk Cegah Ancaman Gunungan Sampah
Beberapa trotoar rusak yang biasa ia temui diantaranya adalah di ruas Jalan Cihapit dan Jalan Supratman. Trotoar di ruas jalan itu sudah tidak layak digunakan karena ukuran yang kecil dan terhalang pohon. Apalagi, Jalan Cihapit sendiri merupakan salah satu jalan yang cukup padat di Kota Bandung.
“Pernah, pernah ya di sekitaran Cihapit, di mana lagi? Di jalan supratman itu, kadang rusak sih kang. Yang ngebuat buat, wah, nih, kita bingung kadang apa masuk ke jalur motor yang buat kita, kita tuh lebih hati-hati, apa lagi, apa namanya lawan arus gitu ya,” papar Agil.
Menurutnya, Pemkot Bandung harus segera memperbaiki trotoar-trotoar itu sebagai bentuk kepedulian pejalan kaki di Kota Bandung.
Selain itu, dengan fasilitas trotoar yang bagus bisa menjadi cara untuk menarik minat masyarakat dalam berjalan kaki dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk keperluan yang tidak terlalu penting.
“Lebih maintenance lagi lah, berharap pemerintah bisa peduli ya sama pejalan kaki walaupun jarang dipake juga sama pejalan kaki. Karena, ya balik lagi, orang-orang kan di jalan kaki itu karena ada fasilitasnya,” cetus Agil.
“Kalau fasilitasnya nggak di maintenance secara baik, ya pasti, ya gini, nggak pernah ada yang lewat pejalan kaki-nya gitu kan,” tandas dia.
Reporter: Niko

