Ambruknya Ponpes Al-Khoziny, Benarkah Karena Keterbatasan Anggaran?
Nawacita – Tragedi ambruknya musala pondok pesantren Al-Khoziny menarik perhatian masyarakat. Terlebih ketika Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyampaikan ponpes mengalami keterbatasan anggaran sehingga bangunan tersebut tidak sesuai standar.
“Yang pertama, keterbatasan anggaran, sehingga pesantren sering menggunakan cara tambal sulam dalam melaksanakan pembangunan,” ucap Muhaimin Iskandar, Selasa (7/10/2025).
Hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa konstruksi bangunan ponpes tidak cukup kuat menopang beban. Terlebih bangunan pesantren telah berusia lebih dari satu abad.
Baca Juga: Kilas Balik Tragedi Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny
Khususnya pada struktur bangunan yang dianggap tidak sesuai standar, selain itu para santri turut dilibatkan pada proses pembangunan. Tragedi tersebut terjadi pada 29 September 2025, ketika para santri sedang melaksanakan sholat.
Namun apakah keterbatasan anggaran menjadi penyebab pembangunan ponpes tidak sesuai standar? Apalagi ditemukan mobil Mercedes Benz CLA Class yang diprediksi seharga Rp 1,25 miliar yang diduga milik pengasuh ponpes.
Nilai nominal luar biasa bagi sebuah mobil pengasuh ponpes yang dianggap memiliki kekurangan dana.
Menurut informasi yang diterima Nawacita.Co berbagai kejanggalan terjadi pada proses pembangunan ponpes tersebut.
“Pembangunan ponpes dilakukan mandiri oleh santri. Sempat diingatkan bahwa gedung cenderung miring, namun tidak ditanggapi,” ucap warga sekitar ponpes.
Baca Juga: Pembongkaran Sektor A2 Ponpes Al-Khoziny: Tim SAR Temukan Enam Jenazah Berturut-turut
“Bangunan itu tingkat satu, namun ditingkatkan,” imbuhnya.
Berdasarkan data terakhir, total korban pada tragedi ini mencapai 171 orang, terdiri dari 67 meninggal dunia dan 104 korban luka.
Dari 67 korban meninggal dunia, 40 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Sedangkan 27 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Reporter : Rovallgio

