10 Jenazah Korban Al-Khoziny Tiba untuk Proses Identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya
SURABAYA, Nawacita – Total sebanyak 10 jenazah korban pondok pesantren (ponpes) Al-Khoziny telah tiba di gedung Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya. Hingga kini tim gabungan masih terus mengupayakan evakuasi para korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan.
“Ini baru saja datang, bahwa akan dilakukan identifikasi. Kemudian juga ada kabar mau akan datang lagi, satu lagi,” ucap Kombes Pol M Khusnan Marzuki, Kabiddokkes Polda Jatim, saat menemui awak media, Sabtu (4/10/2025).
Sebanyak 57 data Ante Mortem telah dikirim Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jatim kepada Pusdokkes Polri.
“Jadi ini kita memeriksa yang pasti masuk ke sini. Sudah dilakukan pemeriksaan semua, mencocokkan dari data Ante Mortem dengan data Post Mortem. Nanti kita juga melakukan pengambilan sampel DNA-nya juga,” ujarnya.
Khusnan menjelaskan bahwa pihaknya mengutamakan ketelitian agar identifikasi berjalan maksimal.
Baca Juga: Kepala BNPB : Penggunaan Alat Berat Tidak Bisa Sembarangan
“Kita lebih mengutamakan ketelitian, bukan mengutamakan kecepatan. Tapi tidak menutup kemungkinan kita harus teliti dan cepat,” ungkapnya.
“Kita tidak boleh gegabah atau sembrono tanpa ketelitian. Kita berusaha secepat mungkin tapi ketelitian harus betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa proses pendalaman 10 jenazah yang baru diterima membutuhkan pemeriksaan lebih dalam.
“Selain yang lima yang dulu sudah diidentifikasi. Ini untuk yang 10 yang sudah masuk ke sini, itu sudah dilakukan pemeriksaan. Tapi kita harus mendalami karena (jenazah) lebih dari 3 hari kan, harus mendalami lebih teliti lagi,” tuturnya.
Terkait kondisi jenazah, Khusnan menjelaskan dibutuhkan ketelitian lebih akibat kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan.
“Kalau dari kondisi jenazah ya semakin lama semakin ini kan karena faktor alamiah, sehingga membutuhkan ketelitian lagi,” katanya.
Diharapkan proses identifikasi dapat selesai dalam waktu tiga hari sejak jenazah diterima.
“Harapan saya tanpa dilakukan tes DNA itu bisa cepat diidentifikasi. Idealnya sekitar lima hari ya, tapi saya minta kalau bisa itu secepatnya tiga-tiga hari,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

