Proyek Flyover Nurtanio yang Mangkrak Mulai Dilanjutkan, Erwin: Ini Upaya Kurangi Kemacetan
BANDUNG, Nawacita – Proyek pembangunan Flyover Nurtanio kini telah kembali dilanjutkan setelah sebelumnya mangkrak selama berbulan-bulan dan mengakibatkan warga resah karena kemacetan yang menjadi semakin parah.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Menurutnya, flyover ini menjadi solusi penting bagi persoalan kemacetan yang dipicu banyaknya perlintasan sebidang di Kota Bandung.
“Alhamdulillah, Flyover Nurtanio sudah kembali dilanjutkan. Ini bagian dari upaya kita mengurai kemacetan yang selama ini terjadi karena perlintasan sebidang,” kata Erwin saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, Selasa (30/9/2025).
Selain dengan berhasil membuat pembangunan flyover Nurtanio dilanjutkan. Pemkot juga bakal menyelesaikan masalah kemacetan yang ada 11 titik perlintasan sebidang yang membutuhkan penanganan serius. Salah satunya di wilayah Panyileukan yang kerap menimbulkan kemacetan parah.
Baca Juga: 520 Ton Sampah Terancam Menumpuk Akibat Pengurangan Ritase Pembuangan ke TPA Sarimukti
Meski demikian, Erwin mengaku Pemkot Bandung tidak memiliki kapasitas anggaran maupun kewenangan penuh untuk membangun infrastruktur berskala besar seperti flyover atau underpass.
Maka dari itu, pihaknya berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kita di kota tidak mungkin bisa sendiri membangun infrastruktur sebesar itu. Apalagi kalau sudah menyangkut tanah milik negara. Maka perlu kebijakan dari gubernur untuk meminta langsung ke Kementerian PUPR,” ucap dia.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan fasilitas lahan untuk proyek strategis lain seperti Bus Rapid Transit (BRT) dan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).
“Lahan yang kita miliki kita serahkan untuk mendukung pembangunan, termasuk untuk KCIC. Karena ini bagian dari kepentingan mobilitas warga,” ujarnya. Erwin menilai pembangunan fisik saja tidak cukup. Sebab, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pola pengaturan lalu lintas di Bandung.
Erwin menyebut, sejumlah warga sudah menyampaikan keluhan terkait pembatas jalan di beberapa titik seperti kawasan BIP dan Jalan Sukajadi.
“Banyak warga yang meminta evaluasi pembatas jalan. Hal ini akan segera kita tindak lanjuti,” cetus Erwin.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Bandung juga mempertimbangkan pembangunan parkir vertikal untuk mengurangi penumpukan kendaraan di jalan. Namun, realisasi kebijakan ini membutuhkan waktu dan kolaborasi lintas pihak.
“Rekayasa lalu lintas harus melibatkan kepolisian, dinas perhubungan, dan pemerintah provinsi. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menambah macet. Kalau flyover di perlintasan sebidang bisa dibangun, insya Allah kemacetan di Bandung bisa lebih terurai,” tutur dia.
(Niko)

