Tuesday, February 10, 2026

Musala Al Khoziny Ambruk, Legislator Desak Kemenag Audit Bangunan Pesantren

Musala Al Khoziny Ambruk, Legislator Desak Kemenag Audit Bangunan Pesantren

Sidoarjo, Nawacita | Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta Kemenag mengaudit kelayakan bangunan pondok pesantren (Ponpes) di seluruh Indonesia, menyusul ambruknya bangunan musala di Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Dini, peristiwa ini menjadi peringatan keras agar keselamatan para santri lebih diperhatikan, terlebih banyak pondok pesantren dan sekolah berasrama berada di wilayah rawan bencana.

“Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah, khususnya Kementerian Agama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah, untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi bencana di lingkungan pondok pesantren,” ujar Dini, Selasa (30/9/2025).

- Advertisement -

Langkah-langkah itu, lanjut Dini, mencakup audit kelayakan bangunan asrama secara menyeluruh, penerapan standar keamanan bangunan yang ketat, serta pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi santri maupun pengelola pesantren.

“Kami berharap, melalui langkah-langkah konkret ini, tragedi serupa tidak lagi terulang dan pesantren dapat menjadi tempat belajar yang aman serta nyaman bagi para santri. Serta memberi jaminan keselamatan bagi para orang tua santri,” ungkap Dini.

Baca Juga: Ini Penyebab di Balik Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Dini juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menelan korban jiwa tersebut. Dia berharap para santri, keluarga korban, serta pengurus ponpes yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan.

“Kami menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas musibah robohnya bangunan pondok pesantren yang menelan korban jiwa. Kami menyampaikan simpati yang tulus kepada para santri, keluarga korban, serta seluruh pengurus pondok pesantren yang terdampak,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bangunan musala tiga lantai di Ponpes Al-Khoziny ambruk saat digunakan beribadah, Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data Basarnas hingga Selasa (30/9/2025) pukul 06.00 WIB, jumlah korban mencapai 100 orang.

“Data sementara 100 santri menjadi korban. 99 berhasil diselamatkan, 8 orang dievakuasi tim SAR gabungan, dan 91 evakuasi mandiri,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, Selasa. Satu santri dinyatakan meninggal dunia, yakni Maulana Affan Ibrahimafic (15), warga Surabaya, Jawa Timur.

Pengasuh Ponpes Al-Khoziny Abdul Salam Mujib mengatakan, bangunan musala yang runtuh masih dalam tahap pembangunan. Lantai bangunan baru saja selesai dicor sekitar pukul 12.00 WIB, beberapa jam sebelum kejadian.

“Sudah lama, sudah 9 sampai 10 bulan. Baru tiga (lantai) dek terakhir jadi nggak pakai genteng, langsung dek,” kata Abdul Salam. kmps

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru