Friday, February 13, 2026
Home ADVETORIAL Khawatir Bahan Baku Tak Mencukupi, Mitra BGN Minta Dukungan Bupati

Khawatir Bahan Baku Tak Mencukupi, Mitra BGN Minta Dukungan Bupati

0
560
Mitra BGN Bupati Jember
Widi Prasetyo, Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan Jember (Foto: Mujianto/Nawacita)

Khawatir Bahan Baku Tak Mencukupi, Mitra BGN Minta Dukungan Bupati

Jember, Nawacita.co – Gus Baiquni Purnomo Ketua Ormas Topi Bangsa Jember yang sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN) asal Talangsari kembali melontarkan kritiknya kepada Bupati Jember M Fawait–Djoko Susanto.

Menurutnya, Pemda Jember harus segera merespon atau menangkap peluang program strategis pusat karena berdampak positif kepada masyarakat Jember atau yang akan menikmati masyarakat Jember, karena menurutnya Jember juga bagian dari Indonesia.

“Jika Pemda/Kepala Daerah Jember tidak segera bersikap atau memanfaatkan program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) maka program unggulan ini tidak akan berjalan optimal,” kata Gus Baiqun saat di temui di kediamannya.

Gus Baiqun menjelaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember masih menghadapi banyak tantangan besar dalam hal jangkauan. Saat ini, hanya ada 9 dapur MBG yang beroperasi, padahal kebutuhan di Jember sekitar 197 unit dapur.

“Perlu diketahui masyarakat/petani bisa memasukkan hasil taninya langsung ke MBG tanpa perantara,tanpa melalui cukong,”ujar Gus Baiqun.

Gus Baiqun mengatakan program MBG ini menyasar kurang lebih 600 ribu siswa, belum termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita . Bahkan rencananya, program MBG akan menjangkau seluruh tingkatan sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren di wilayah perkotaan hingga pelosok,”terang Gus Baiqun.

Lanjut Gus Baiqun, kalau saya melihat Bupati kurang serius menyikapi program strategis MBG, padahal nilai perputaran uangnya pertahun saya pastikan triliunan rupiah, seharusnya pemerintah daerah menyiapkan itu,”tegas Gus Baiqun.

” Bupati harus segera merespon melalui dinas Pertanian dan Peternakan atau mungkin memberikan kredit kepada petani dengan maksud supaya kebutuhan bahan baku program MBG ini bisa berjalan optimal,” sesalnya.

Gus Baiquni Mitra BGN untuk SPPG Tegal Besar Kaliwates dan SPPG Keranjingan Sumbersari dibawah naungan Yayasan Wandas Jember yang sekaligus pendukung bupati M Fawait (Foto: Mujianto/Nawacita)

Masih kata Gus Baiqun, “coba cek masyarakat Jember ini lahannya lebih suka di sewakan ke swasta, seperti untuk tanaman tembakau dst., seandainya bupati serius dan petani di beri kredit lunak maka petani tidak akan lagi menyewakan lahannya dan akan memilih di digarap sendiri dengan modal kredit tadi,nah.. otomatis petani akan sejahtera, kemiskinan akan berkurang,bahan baku MBG akan terpenuhi, karena Jember kemiskinan di Jember masih tinggi, “tegas Gus Baiqun.

Lebih jauh Gus Baiqun mengkritisi Bupati,” bisa saja Jember terjadi Inflasi, karena menurut hemat kami program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu program yang bisa menyerap hasil pertanian, mulai dari Beras, daging ayam, Telor, Sawi , Kangkung, Wortel, Tomat, Cabe bahkan juga Gula , maka dari hasil pertanian itu masyarakat Jember petani nelayan akan meningkat kesejahteraannya dan juga pastinya akan mengurangi pengangguran di wilayah kabupaten Jember,” ucap Gus Baiqun kepada nawacita.co .23/09/2025.

Gus Baiqun, mengungkapkan keresahannya , kalau bupati Jember tak serius menyikapi program ini , karena bagaimana nanti jika semua dapur yang jumlahnya 197 unit itu beroperasi semua, dan semuanya punya uang sedangkan bahan baku yang akan di beli untuk memenuhi kebutuhan program ini tidak mencukupi atau tidak ada karena jelas masing-masing pengelola dapur MBG akan rebutan untuk membeli bahan bakunya, maka yang terjadi inflasi,” Ungkapnya.

Dan pengusaha dapur MBG akan bangkrut karena tidak adanya bahan baku , inilah yang kami khawatirkan, akhirnya program MBG akan gagal , upaya pengentasan kemiskinan, penekanan AKI, AKB dan Stunting gagal semua,”pungkasnya.

Ditempat terpisah Widi Prasetyo Ketua Yayasan yg membawahi/memfasilitasi kerja sama antara Mitra dengan Badan Gizi Nasional mengaku pernah menghadap ke Bupati M Fawait dan juga pernah memberikan paparan di Makodim 0824 Jember yang dihadiri oleh beberapa Kepala Dinas di Jajaran Pemda,” katanya, 25/09/2025.

Widi menjelaskan, penerima manfaat setiap 1 dapur MBG itu antara 3000 hingga 4000 pastinya akan banyak membutuhkan bahan baku.

“Kebutuhan bahan baku untuk 1 dapur MBG itu besar, “kami disini setiap hari masak beras 237 itu yang pasti saja, jika pas men sayurnya Sawi, “kalau Sawi Mie 150 kg, Sawi pait juga 150 kg, wortel 80 kg, kalau Gula 20 kg, belum juga bumbu-bumbunya, kalau pas menunya daging ayam kami butuh 350 kg,” beber Widi saat di temui di kantor SPPG di Bintoro Jember.

Baca Juga: Mitra BGN Bintoro Jember Pastikan MBG Tak Basi, Menu Baru Ahli Gizi Muda Kekinian

Maka dari itu kami butuh partisipasi dan peran penting kepala daerah untuk menyikapi keresahan ini, soalnya kami sangat khawatir ketersediaan bahan baku jika kepala daerah atau bupati tidak segera mengambil sikap tentang program strategis presiden Prabowo.

“Itu contoh untuk 1 dapur MBG saja , bagaimana jika nanti untuk 197 unit dapur sekabupaten Jember, apakah Jember siap dengan bahan bakunya, kalau kebutuhan Beras insyaallah Jember tersedia, tapi kalau kebutuhan daging ayam, sayur,telor dan bahkan buah, “kalau pisang kami belinya di kabupaten sebelah,” terang Widi kepada media ini.

Masih kata Widi, penyerapan tenaga kerja,kalau di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) itu namanya relawan, kami disini 1 dapur MBG relawannya 47 orang ,dan gajinya itu 1,4 juta hingga 1,6 juta dan dibayarkan per-10 hari , maka jika 1 bulan ada 30 hari maka mereka para relawan dapur MBG akan mendapatkan 4,2 juta hingga 4,8 juta jika di akumulasi 1 bulan atau 30 hari dan itu sepenuhnya ditangani oleh Satuan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG).

“Maka program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini sangat menyentuh langsung ke masyarakat, sangat membantu kepala daerah untuk kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan petani, nelayan,juga mengurangi pengangguran, menekan AKI ,AKB dan Stunting, seandainya saya yang jadi kepala daerah/bupati pasti akan dilaksanakan tanpa ada perintah,”ungkap Widi.

Ditanya apakah keberadaan dapur MBG yang sudah aktif dan beroperasi di wilayah kabupaten Jember sudah memberitahukan atau melaporkan secara tertulis ke Pemerintah daerah, Widi ketua Taman Pendidikan dan Asuhan mengaku ,”Tidak Pernah ,” singkatnya.

Reporter : Mujianto

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here