Gunung Lewotobi Laki-Laki Berstatus Awas, Badan Geologi Imbau Masyarakat Jaga Jarak Aman
Bandung, Nawacita – Badan Geologi Kementerian ESDM menetapkan status awas level empat pada Gunung Leuwotobi Laki-Laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur NTT.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dalam keterangan resminya di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Selasa, (23/9/2025).
“Itu tadi kami sampaikan gunung api Leuwotobi Laki-Laki saat ini status awas ya level 4,” kata Wafid.
Sebagai langkah mitigasi, Badan Geologi menyarankan jarak aman bagi masyarakat yang akan beraktivitas. Ia menyebut bahwa pihaknya menyarankan agar masyarakat mengosongkan jarak radius enam kilometer. Serta jarak tujuh kilometer untuk sektoral Barat Daya sampai Timur Laut.
“Itu kami menyampaikan rekomendasi teknis untuk dihindari masyarakat setempat agar mengosongkan dari segala aktivitas dengan jarak radius 6 kilometer dan juga secara sektoral antara barat daya sampe timur laut itu sejarak 7 kilometer agar dihindarkan,” ucap dia.
Wafid menerangkan, masih ada suplai magma yang terus berjalan disertai gempa vulkanik yang terpantau dari instrumental.
“Iya itu tadi kami sampaikan bahwa kalau dilihat dari sintum ada inflasi, ada inflasi itu artinya masih ada aktivitas di dalam,” terang Wafid.
Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi, 4 Bandara di NTT Ditutup Sementara
Dengan adanya simtum yang menimbulkan inflasi dimana masih ada aktivitas magma di dalamnya akan berpotensi menimbulkan ledakan atau letusan besar.
“Kalau kita bicara masalah kemungkinan, ya namanya suplai magma seperti apa, yang dapat mempunyai sintum terjadinya peledakan ataupun letusan besar,” cetus dia.
Maka dari itu, pihaknya bakal melakukan pemantauan dan evaluasi aktivitas gunung tersebut selama enam jam sekali.
“Bagaimana visual instrumental itu kita dapatkan hasilnya kemudian kita analisis dari lapangan kemudian kita komunikasi dengan pusat di Bandung untuk dilakukan ataupun di kaji dan disampaikan rekomendasi teknis berikutnya seperti apa,” beber Wafid.
Pemantauan tersebut juga dilakukan untuk mengetahui secara historikal kemungkinan terjadi eksplosisi baik skala kecil, menengah atas besar.
“Ini menandakan masih perlu dilakukan apa ya secara historikal kita harus tahu apakah ini akan terjadi eksplosisi yang besar yang kecil atau menengah seperti itu kita terus melakukan itu untuk itu,” papar dia.
Terkait mitigasi, lanjut Wafid, pihaknya meminta agar masyarakat harus sabar menghadapi kondisi tersebut. Sebab, aktivitas gunung api ini masih fluktuatif. Selain itu, masyarakat juga menyarankan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius jarak awas yang ditentukan.
Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi, 201 Penerbangan di Bandara Soetta Terdampak
“Kami juga berkaca kepada referensi yang pernah terjadi di Marapi ya jangan sampai masyarakat itu hilang kesabaran. Yang penting sabar saat ini itu karena kondisi aktivitas gunung api itu masih fluktuatif,” tutur Wafid.
Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengamati aktivitas masyarakat agar tidak masuk ke radius jarak awas.
“Dan tentu saja kami berkoordinasi dengan pemda, pemda juga mengamati bagaimana masyarakat setempat di dalam melakukan aktivitasnya di sana, gitu,” tandas dia.
Sementara itu, terkait jalur penerbangan, ia menjelaskan bahwa dari gambaran kondisi yang dibeberkan pihaknya, ada beberapa penerbangan yang ditutup seperti Bali dan Labuan Bajo. Penutupan itu berdasarkan kondisi cuaca, arah angin dan arah muntahan material yang tertiup angin.
“Jalur penerbangan itu kemarin sempat kan pernah terjadi yang di Bali ditutup, kemudian di labuan bajo, ditutup, gitu. Ya, sesuai dengan kondisi cuaca, arah angin dan sebagainya itu, ya, material yang terlontarkan itu nanti akan tertiup kemana. Yang itu akan mengganggu penerbangan yang mana,” jelas Wafid.
Reporter: Niko

