Khofifah: Jawa Timur Catat Surplus Beras 1,6 Juta Ton, Tapi Harga di Pasar Malah Naik Turun
Surabaya, Nawacita.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa stok pangan di wilayahnya relatif aman, namun distribusi yang belum lancar membuat keterjangkauan di pasar tradisional masih menjadi persoalan.
Hal ini ia sampaikan dalam forum Pasar Murah di Tambak Sari, Kota Surabaya, Selasa (23/8/2025), bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Dirut Bulog, serta jajaran pejabat terkait.
Menurut Perempuan nomer satu di Jawa Timur itu bahkan mencatat surplus beras hingga 1,6 juta ton. Namun, dalam praktiknya, masyarakat kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional.
“Saya turun langsung ke ratusan pasar tradisional. Sudah 305 titik operasi pasar kami lakukan. Tapi faktanya, di banyak pasar SPHP tidak selalu tersedia. Aneh kalau baru muncul saat gubernurnya datang. Itu artinya distribusi belum lancar,” tegas Khofifah.

Ia juga menyoroti adanya kendala teknis dalam sistem distribusi SPHP yang mewajibkan verifikasi lewat aplikasi dan Bappenas. Menurutnya, mekanisme ini kerap memperlambat penyaluran beras ke masyarakat.
“Stok kita luar biasa, tapi distribusinya tersendat. Padahal rakyat butuh keterjangkauan yang nyata. Jangan sampai birokrasi menghambat ketersediaan,” ujar perempuan berkerudung putih itu.
Selain beras, Khofifah juga menyinggung soal serapan gula yang beberapa kali terhenti karena koordinasi belum maksimal. Ia menilai diperlukan arahan langsung dari Menteri Pertanian agar serapan gula berjalan konsisten.
Ia juga menekankan apresiasinya pada perhatian Presiden yang menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, sehingga meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP). Namun, ia mempertanyakan mengapa harga beras di pasar justru tidak selalu stabil meski serapan gabah berjalan baik.
“Produksi kita berlimpah, petani senang karena HPP naik. Tapi giliran ke pasar, harga beras bisa turun naik tidak menentu. Ini harus dicermati agar kesejahteraan petani dan keterjangkauan rakyat sejalan,” tutup Khofifah.
Reporter: Alus

