Tuesday, February 10, 2026

BPS Sebut Angka Kemiskinan di Jabar Menurun, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional

BPS Sebut Angka Kemiskinan di Jabar Menurun, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional

Bandung, Nawacita – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi kedua terbesar yang berhasil menurunkan angka kemiskinannya.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat untuk Perumahan yang diselenggarakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Sabuga ITB pada Kamis (18/9/2025).

Amalia mengatakan bahwa Jawa Barat berhasil menurunkan jumlah masyarakat miskin sebanyak 193,90 orang. Angka tersebut merupakan angka kedua terbesar setelah Provinsi Jawa Timur.

- Advertisement -

“Bapak Gubernur telah berhasil menurunkan jumlah orang miskin sebanyak 193,90 orang, penurunan terbanyak setelah Jawa Timur,” kata Amalia.

Baca Juga: BPS Ungkap Masih Ada Sekitar Dua Juta Rumah Tangga di Jabar Tak Punya Hunian yang Layak

Selain itu, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat per Maret 2025 mencapai 3,65 juta orang atau 7,02 persen dari total penduduk. Angka tersebut menunjukkan penurunan cukup tipis sekitar 0,06 persen dibanding September 2024.

“Kemudian, tingkat kemiskinan Jawa Barat juga 7,02 persen lebih rendah daripada rata-rata nasional,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa ekonomi Jawa Barat tumbuh sekitar 5,23 persen pada triwulan 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 1,2 persen dan membuat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat berada di atas rata-rata nasional.

Baca Juga: Massa Geruduk Kejati Jabar, Tuntut Kasus Gratifikasi dan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Indramayu

“Dan juga kami mencatat, Bapak Gubernur, bahwa pada triwulan 2025, perekonomian di Jawa Barat mampu tumbuh 5,23 persen di atas rata-rata nasional, yang lebih dari 1,2 persen,” terang Amalia.

Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, Jawa Barat tercatat memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 12,8 persen.

“Dan Provinsi Jawa Barat memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional 12,8 persen,” cetus dia.

Meski mengalami pertumbuhan, namun kualitas kemiskinan justru memburuk. Hal itu terlihat dari Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik dari 1,05 menjadi 1,17, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik dari 0,24 menjadi 0,29.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru