Sekolah di Bandung Kemalingan di Siang Bolong, Laptop Siswa Seharga Rp 30 Juta Raib Digondol
Bandung, Nawacita – Para siswa dan guru di SMAN 5 Kota Bandung digegerkan dengan kejadian pencurian laptop yang terjadi di siang bolong saat satu ruang kelas kosong ditinggalkan para siswa.
Menurut keterangan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Sonny, kejadian tersebut terjadi pada Senin, 15 September 2025 sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, pelaku masuk terlebih dahulu ke dalam masjid kemudian mengikuti para siswa yang keluar kelas dan akan belajar ke laboratorium.
“Ya, kejadian itu hari Senin sekitar pukul 2 siang. Ada orang luar yang masuk ke kelas, setelah diperhatikan dari CCTV orang itu bermula masuk dulu ke masjid kemudian mungkin banyak orang di dalam simpulnya dia turun,” kata Sonny saat diwawancarai pada Rabu (17/9/2025).
Baca Juga: Polisi Tetapkan 42 Tersangka Kerusuhan Demo Bandung, Terafiliasi Langsung dengan Jaringan Asing
Menyadari ruang kelas dalam keadaan kosong karena ditinggalkan para siswa, pelaku langsung masuk dan mengambil sebuah laptop milik siswa seharga Rp 30 juta.
“Nah dia mengikuti kemudian dia akhirnya mengetahui bahwa kelas yang kosong itu adalah kelas yang sedang ditinggal siswa yang akan ke lab home. Jadi ketika dia sudah tahu kelasnya kosong dia berusaha masuk dan dia mungkin mengambil laptop,” ucap dia.
Setelah mengambil satu laptop milik siswa, pelaku kemudian terlihat melalui rekaman cctv langsung berlari ke luar sekolah.
“Kemudian dia keluar ke daerah Jalan Bali. Kejadiannya sangat cepat dan kemungkinan besar orang ini sudah mengetahui situasi sekolah,” beber Sonny.
Ia menuturkan, pihak sekolah sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumur Bandung.
Baca Juga: Ledakan Gas Hancurkan Rumah di Bandung, Dua Warga Alami Luka Bakar
“Dan kami sudah berusaha melaporkan ke Polsek Sumur Bandung dan sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Kurang lebih seperti itu,” tutur dia.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah juga bakal lebih memperketat penjagaan sekolah serta lebih memperhatikan rang yang keluar masuk sekolah.
“Secara teknis emang kita melakukan pengetatan tapi mungkin di hari itu ya kita was was tapi secara teknis kita sudah melakukan hal itu,” cetus Sonny.
Selain memperketat penjagaan, pihak sekolah juga bakal memperketat aturan bagi orang asing maupun orang luar sekolah yang akan masuk.
“Karena ya nanti kita mungkin akan membatasi aturan mengenai orang yang terutama ini disangkanya mungkin itu sales atau apa. Jadi bisa masuk. Jadi perkiraannya seperti itu,” tutup dia.
Reporter: Niko

