Monday, February 9, 2026

Mahasiswa Magister UGM Ajak Pemuda Desa jadi Agen Ketahanan Sosial Lewat Jurnalisme Warga

Mahasiswa Magister UGM Ajak Pemuda Desa Jadi Agen Ketahanan Sosial Lewat Jurnalisme Warga

Sleman, Nawacita – Program Studi Magister Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, mendorong keterlibatan pemuda desa sebagai agen ketahanan sosial budaya melalui jurnalisme warga.

Hal ini disampaikan dalam kuliah umum dan pelatihan bertajuk “Penguatan Jurnalisme Warga untuk Mewujudkan Ketahanan Sosial Budaya” yang digelar di Aula Balai Kelurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman, Jumat (13/9/2025).

Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diikuti oleh Pemuda Karang Taruna Margokaton. Kegiatan turut mendapat dukungan dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimcam) Seyegan dan perangkat Kalurahan Margokaton.

- Advertisement -

Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., Ketua Program Studi Ketahanan Nasional UGM, yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan pentingnya jurnalisme warga sebagai sarana memperkuat kohesi sosial budaya.

“Generasi muda harus menyadari bahwa dunia maya adalah ruang publik yang menuntut etika dan tanggung jawab. Jurnalisme warga bisa menjadi wadah untuk menyampaikan informasi yang sehat, membangun partisipasi masyarakat, sekaligus melawan hoaks,” ujar Prof. Armaidy.

Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., Ketua Program Studi Ketahanan Nasional UGM. (Sumber foto: Istimewa)

Dalam sesi kuliah umum, Prof. Armaidy juga mengajak peserta merenungkan nilai kebangsaan melalui lagu-lagu nasional. Ia menilai bahwa tantangan ketahanan bangsa justru banyak datang dari perilaku warga sendiri yang lalai menjaga etika publik.

“Rasa merinding saat menyanyikan lagu kebangsaan adalah tanda masih hidupnya harapan bagi Indonesia. Kemerdekaan seharusnya menjadikan bangsa ini lebih kuat,” tambahnya.

Satria Manggalana, salah satu peserta, mengaku mendapat perspektif baru dari kegiatan tersebut.

“Selain ilmu jurnalistik, kami juga mendapat perspektif baru tentang apa itu jurnalisme warga. Saya rasa ini menarik untuk kami kembangkan di desa supaya desa kami lebih dikenal di luar dan kami saling mengetahui kabar antarwarga desa. Kami berharap portal berita warga bisa menjadi wadah bagi generasi muda,” ungkapnya.

Usai kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis seputar penulisan berita dasar, teknik foto jurnalistik, etika jurnalistik, serta literasi digital dan internet sehat. Materi disampaikan oleh akademisi UGM serta praktisi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, termasuk jurnalis senior Bambang Muryanto dan jurnalis foto Ade Dani.

“Harapan kami, pemuda Margokaton menjadi pelopor lahirnya ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan jurnalisme warga, mereka bisa ikut menjaga ketahanan sosial budaya sekaligus mengangkat potensi lokal desa,” pungkas Prof. Armaidy.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru