Belajar Ternak Ayam Petelur Langsung dengan Peternak
Bojonegoro, Nawacita – Di kandang ayam yang ada di area persawahan turut Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampak sekelompok orang berkaus biru sedang melihat suasana kandang. Beberapa di antaranya gantian masuk untuk melihat ayam-ayam yang sedang makan, dan di bawahnya ada telur-telur yang siap diambil.
Para pengunjung tersebut merupakan penerima Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pra-sejahtera melalui bantuan bibit ayam petelur, kandang, pakan, dan pelatihan teknis. Mereka berasal dari beberapa desa di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.
Salah satu penerima program, Herni Irawatin mengatakan, kurang lebih selama seminggu, para penerima manfaat mengikuti pelatihan wirausaha baru yang diselenggarakan oleh Pemkab Bojonegoro di Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu.
“Selama pelatihan, Alhamdulillah mengikuti mulai dari manajemen kandang, kebersihan kandang, membuat pakan, pemanfaatan kotoran ayam menjadi pupuk organik, hingga pengolahan telur menjadi makanan selain telurnya langsung yang dijual. Serta hari ini kunjungan langsung di kandang ayam, bisa belajar dengan peternaknya langsung” ujar Herni.
Bambang Sugianto, penerima asal Desa Semawot dalam program ini mendapatkan paket 52 ayam petelur, pakan, vitamin, kandang, dan pelatihan menjadi wirausaha baru.

“Terimakasih atas bantuan yang diberikan, serta pelatihan yang diajarkan,” ungkapnya.
Owner Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) ANDRE, Eryul Mufidah selaku mitra dari Pemkab Bojonegoro dalam mendampingi program ini menjelaskan bahwa melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, memberikan pelatihan kepada penerima Program GAYATRI.
“Jadi tak hanya sekadar menerima bantuan, tapi juga dilatih menjadi wirausaha baru dengan ayam petelur ini,” ujar Eryul.
Dalam pelatihan, juga sinergi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan yang memberikan penguatan dalam beternak, serta melalui dokter hewan agar memberikan ilmu tentang kesehatan ternak dan terus mengawal memastikan kesehatan ayam milik penerima manfaat. Tak hanya itu, pelatihan juga menghadirkan akademisi dan praktisi di bidangnya, tentang manajemen kandang, pengolahan limbah kotoran ayam, hingga pengolahan makanan dari bahan telur.
Program GAYATRI merupakan program Pemkab Bojonegoro dengan sumber pendanaan dari APBD, APB Desa, dan Corporate Social Responibility (CSR), dengan sasaran warga pra-sejahtera yang terdaftar dalam basis data kemiskinan daerah seperti DAMISDA/P3KE atau DTKS. Ditargetkan pada tahun 2025 menjangkau lebih dari 9.000 keluarga pra-sejahtera di Kabupaten Bojonegoro.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan paket usaha peternakan ayam petelur terdiri bibit ayam petelur sebanyak 54 ekor yang sudah berusia sekitar 16 minggu. Selain itu, mendapatkan kandang ayam model baterai, pakan untuk 2 bulan, obat-obatan, vitamin, dan vaksin.
Baca Juga: Serunya Kenalan Budaya Jepang dan Praktik Bikin Onigiri di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro
“Dengan program ini, diharapkan menciptakan kemandirian ekonomi berbasis komunitas untuk mewujudkan Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” tegas Eryul.
Sementara itu, pemilik kandang ayam petelur di Desa Pancur, Lestari Apriani menyambut hangat kunjungan para penerima manfaat. Dirinya berbagi cerita bagaimana memulai usahanya pada tahun 2023, sebelumnya tidak ada pengalaman tapi berani belajar kepada yang lebih berpengalaman.
“Pertama beli ayam usia 18 minggu selama 1 bulan langsung bertelur. Pertama beli 1.000 ekor hingga saat ini sudah mulai afkir, sekarang mulai diganti baru,” kata Mbak Tari.
Dalam menjalankan usaha beternak ayam petelur, tentu ada suka dan duka, serta tidak mudah. Dirinya merawat secara mandiri, marketing juga sendiri, menjual telur juga sendiri. Semua dilakukan secara mandiri. Untuk telur yang dihasilkan, rata-rata antara 45 sampai 46kg setiap hari. Penjualnnya diantarkan ke toko-toko, bahkan masih kurang. Sehingga adanya program GAYATRI menjadi peluang bagi wirausaha baru untuk mengisi toko-toko yang kebutuhan telurnya masih belum tercukupi.
“Harapan saya semoga Program GAYATRI dari Bupati Bojonegoro Bapak Setyo Wahono dan Wabup Ibu Nurul Azizah berjalan dengan lancar dan sukses. Dan semoga Peternak mandiri seperti saya bisa diperhatikan oleh pemerintah dan dapat suport supaya bisa maju dan berkembang, dan menjadi contoh bagi para wirausaha baru di Kabupaten Bojonegoro,” harap Lestari.
Penulis: Parto Sasmito

